IHSG Pangkas Koreksi, Turun 1,53% ke 7.830
Friday, August 29, 2025       16:43 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tersengat sentimen negatif dari demo hari ini, Jumat (29/8/2025). Hal ini terjadi setelah IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high pada perdagangan kemarin, Kamis (28/8/2025).
Indeks hari ini sempat turun lebih dari 2% meninggalkan level 7.800. Bahkan pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG ambruk 2,27% atau kehilangan 180 poin ke 7.771,28. Namun pada akhir sesi, IHSG mampu memangkas koreksi dan berakhir ditutup melemah 1,53% atau turun 121 poin ke 7.830,49.
Adapun total kapitalisasi pasar IHSG hari ini berada di angka Rp 14.211 dan mengalami penurunan signifikan hingga Rp 166 triliun dibandingkan perdagangan kemarin di mana kapitalisasi pasar bursa mencapai Rp 14,377 triliun.
Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona merah, dengan utilitas, konsumer non-primer danfinansial turun paling dalam, sedangkan energi dan teknologi menjadi sektor dengan penurunan paling kecil
Saham yang menjadi pemberat utama IHSG adalah emiten blue chip kapitalisasi besar. Saham Bank Central Asia () menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini. Saham turun 3% ke Rp 8.075 per saham dan membebani 17,84 indeks poin.
Adapun emiten lain yang ikut menjadi pemberat IHSG hari ini termasuk, , dan .
Sebagai informasi, aksi demonstrasi akan kembali terjadi di Jakarta hari ini. Seruan aksi dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), dengan titik Polda Metro Jaya.
Titik demonstrasi akan berpusat di Polda Metro Jaya dan juga menyasar kantor Polda di setiap wilayah Indonesia.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan aparat kepolisian dalam menghadapi demonstrasi kemarin, Kamis (28/8/2025).
"Hari ini kita turun ke jalan bukan hanya menolak kebijakan yang merugikan rakyat, tapi juga menolak wajah anarko aparat," tulis BEM SI dalam unggahan di media sosial @bemsi.official, Jumat (29/8/2025).
Sebagaimana diketahui, aksi demonstrasi kemarin memakan korban jiwa. Seorang driver Gojek dilindas mobil rantis Brimob.
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. () memastikan bahwa pria berjaket ojek online (ojol) yang terlindas mobil rantis Brimob di Pejompongan sebagai mitra ojol Gojek. Affan Kurniawan tewas akibat peristiwa tersebut.
Direktur Public Affair & Communications Goto menyatakan bahwa Goto telah melakukan verifikasi dan investigasi internal bersama pihak terkait.
"Dapat kami sampaikan bahwa Affan Kurniawan merupakan Mitra Driver Gojek. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam serta simpati tulus kepada keluarga yang ditinggalkan, juga kepada rekan-rekan Mitra Driver lainnya yang turut merasakan kehilangan ini," katanya dalam siaran pers, Jumat (29/8/2025).
(fsd/fsd)

Sumber : www.cnbcindonesia.com

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini