Jasa Armada (IPCM) Alokasikan Capex Rp74 Miliar untuk Bangun Kapal Baru
Tuesday, June 09, 2026       17:06 WIB

IDXC hannel - PT Jasa Armada Indonesia Tbk () mengalokasikan belanja modal ( capital expenditure/capex) sebesar Rp74 miliar untuk tahun 2026 .  Belanja ini akan dialokasikan untuk pengadaan kapal baru dan memperkuat bisnis perseroan ke depannya.
Direktur Armada dan Operasi PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Arief Hermawan menjelaskan penambahan armada kapal merupakan fokus utama perseroan pada tahun ini untuk mendukung kebutuhan bisnis, memperkuat kapasitas operasional, serta meningkatkan persiapan perusahaan dalam menangkap peluang kerja sama dan ekspansi ke pasar baru.
"Pada tahun 2026 ini, mengalokasikan capex sebesar Rp74 miliar dari kebutuhan dana sebesar Rp148,8 miliar. Ini  multi-year  ya, untuk pembangunan kapal tunda baru dengan estimasi penyelesaian selama 28 bulan untuk dua kapal tunda," ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Selasa (9/6/2026).
Adapun saat ini memiliki armada sebanyak 103, terdiri dari terdiri dari 31  pilot boats,  68  tugboats , dan 4  mooring boats  dengan anggota kru kurang lebih 579 orang.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama , Shanti Puruhita menambahkan, perseroan memiliki beberapa agenda ekspansi dalam beberapa waktu mendatang. Misalnya pengembangan  New Priok Container Terminal  1 dan 2,  Port of Kijing  di Kalimantan Barat, serta Pelabuhan Patimban.
Patimban Port  kalau dulu hanya dikenal untuk mengelola mobil, saat ini telah mulai bergerak di fase kedua yaitu untuk mengelola petikemas," kata Shanti.
juga telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis untuk menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, antara lain melakukan ekspansi layanan di Terminal Khusus (TERSUS) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri ( TUKS ) melalui penguatan kerjasama strategis dengan para mitra.
"Ada 2.349 TUKS dan TERSUS yang tersebar di seluruh Indonesia yang dapat dikatakan ini adalah bagian dari  market  kami. Ada 947 TUKS dan 1.402 tersus. Jadi sebesar ini pula  opportunity  (kesempatan) yang bisa kita garap untuk memaksimalkan sumber daya yang ada dan fundamental perusahaan," pungkasnya.
Di saat yang sama, tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan standar keselamatan operasional tetap terjaga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemeliharaan tingkat pelayanan ( Level of Service ) yang optimal serta penerapan budaya keselamatan kerja yang konsisten guna mempertahankan pencapaian zero fatality di seluruh wilayah operasional perseroan.

Sumber : idxchannel.com