Kredit Konstruksi Macet Tembus 16%, BTN Siapkan Mekanisme DIRE
Thursday, February 05, 2026       14:20 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. () menyiapkan skema Dana Investasi Real Estate ( DIRE ) atau Real Estate Investment Trust ( REIT ), untuk mengalihkan aset kredit konstruksi yang macet.
Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo menjelaskan bahwa dalam skema ini, properti bermasalah yang masih berpotensi menghasilkan pendapatan akan dikemas menjadi DIRE untuk ditawarkan ke investor. Dengan begitu, aset tersebut menjadi produktif yang menghasilkan pendapatan.
"Nah ini akan menjadi salah satu inovasi baru kita, kita sudah siapin beberapa aset properti yang nanti diperbaiki dulu, bisa berupa hotel, atau kondotel, atau mall, itu akan kita bungkus menjadi DIRE . Nah itu yang nanti salah satu opsi penyelesaian dari kredit konstruksi yang sekarang macet," terang Setiyo saat media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara, Rabu (4/1/2026).
Menurutnya, skema DIRE /REIT untuk penyelesaian kredit bermasalah ini merupakan inovasi yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia.
Sebagai informasi, DIRE /REIT adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan pada aset real estat, aset yang berkaitan dengan real estat, dan/atau kas dan setara kas.
Melansir paparan analyst meeting BTN, non performing loan (NPL) BTN di sektor konstruksi tembus 16,2% pada September 2025. Angka itu memburuk dari kuartal sebelumnya, yakni 15,0% per Juni 2025.
Setiyo menyebut tingginya kualitas aset kredit buruk tersebut dikarenakan oleh kredit lama yang dibukukan sebelum tahun 2020, alias sebelum pandemi Covid-19. Ia mengatakan penyelesaian aset kredit macet itu tidak bisa dilakukan dengan cepat.
"Jadi ya memang kalau aset sudah bermasalah, strategy recovery-nya memang perlu waktu. Jadi sebisa mungkin itu jangan jadi masalah, karena kalau sudah masalah, ngeluarin dari bukunya bank itu perlu waktu, proses penjualannya lama, dan lain-lain," terang Setiyo.
Selain DIRE /REIT, BTN juga menyiapkan langkah recycle untuk aset kredit macet. Kemudian, bank pelat merah yang fokus pada pembiayaan perumahan itu juga melakukan penjualan kredit bermasalah ke pihak lain.
(fsd/fsd)

Sumber : www.cnbcindonesia.com

berita terbaru
Thursday, Feb 05, 2026 - 18:13 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 SOHO
Thursday, Feb 05, 2026 - 18:06 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 HUMI
Thursday, Feb 05, 2026 - 17:59 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 BOLT
Thursday, Feb 05, 2026 - 17:51 WIB
Kepemilikan Saham 30 Januari 2026 BINO
Thursday, Feb 05, 2026 - 17:47 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 BAIK
Thursday, Feb 05, 2026 - 17:41 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 ASRM
Thursday, Feb 05, 2026 - 17:31 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 PMMP
Thursday, Feb 05, 2026 - 17:31 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 TSPC
Thursday, Feb 05, 2026 - 17:17 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 RDTX