Laba BRI (BBRI) Tumbuh 17% hingga Februari 2026
Wednesday, March 25, 2026       16:59 WIB

JAKARTA, investor.id- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () atau BRI membukukan laba bersih secara individual pada Februari 2026 senilai Rp 4,01 triliun (-12,81% yoy, +7,67% mom). Sehingga perolehan laba bersih Januari-Februari atau 2M26 mencapai Rp 7,73 triliun (+17,04% yoy).
Berdasarkan laporan keuangan BRI yang terbit pada Rabu (25/3/2026), hasil laba bersih tersebut didorong provisi yang dibukukan lebih rendah dari tahun lalu. Sementara imbal hasil dari bisnis intermediasi agak tertekan, meskipun kredit bergerak tumbuh dobel digit.
Kredit BRI per Februari 2026 tercatat tumbuh 10,49% yoy menjadi sebesar Rp 1.346,16 triliun. Kinerja kredit bergerak melambat dibandingkan bulan sebelumnya (+11,95% yoy), namun masih berada di atas rentang sasaran grup yang sebesar 7-9% pada tahun ini.
Kredit itu mengalir menjadi pendapatan bunga senilai Rp 25,88 triliun (-1,25% yoy). Sedangkan beban bunga sebesar Rp 6,74 triliun (-15,21% yoy). Menjadikan pendapatan bunga bersih ( net interest income /NII) mencapai Rp 19,14 triliun (+4,84% yoy) pada 2M26.
Imbal hasil itu agak termoderasi seperti tecermin dari margin bunga bersih ( net interest margin /NIM) yang turun dari 6,25% pada 2M25 menjadi 6,15% pada 2M26. BRI secara grup menargetkan NIM dapat mencapai 7,4-7,8% pada tahun ini.
Laba selama 2M26 secara tahunan ikut terdongkrak karena provisi yang dibukukan lebih rendah 15,77% yoy menjadi sebesar 7,53 triliun. Hal tersebut turut menekan rasio biaya kredit (cost of credit/CoC) menjadi 3,36%. Adapun rentang CoC secara grup dicanangkan dapat dijaga lebih rendah yaitu di kisaran 2,9-3,2%.
Di samping itu, kinerja operasional, khususnya pendapatan komisi/ fee masih dapat dijaga positif dengan pertumbuhan 1,12% yoy menjadi Rp 3,26 triliun.
Kinerja DPK Disokong Dana Murah
Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 1.508,84 triliun (+9,26% yoy). Merinci dari komposisinya, Giro mencapai Rp 428,89 triliun (16,48% yoy), tabungan senilai Rp 588,38 triliun (+11,57% yoy), dan deposito dibukukan sebesar Rp 491,57 triliun (+1,28% yoy).
Dengan demikian, dana murah ( current account saving account /CASA) menopang sebesar Rp 1.017,27 triliun (+13,59% yoy). Sehingga rasio dari BRI relatif terjaga di posisi 67,42% per Februari 2026.
Sementara itu, likuiditas BRI yang tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) agak sedikit melonggar menjadi 89,22% per Februari 2026, dibandingkan bulan sebelumnya yang menyentuh level 90,53%.
Hingga 2M26, BRI mencatat total aset Rp 1.983,03 triliun (+6,46% yoy), liabilitas Rp 1.676,77 triliun (+7,78% yoy), dan ekuitas Rp 306,25 miliar (-0,24% yoy). ROA dan ROE masing-masing pada 2M26 adalah 2,37% dan 15,32%
Adapun pada perdagangan Rabu (25/3/2026), saham naik 60 poin (+1,72%) ke posisi 3.540. Tapi saham masih tercatat turun 3,28% secara tahun berjalan ( year to date /ytd).

Sumber : investor.id

berita terbaru
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of HRME
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CASA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:24 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PYFA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:20 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PTPP
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:11 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of WIKA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:07 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of MTEL
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:02 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BMHS
Saturday, Apr 04, 2026 - 14:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of KJEN