Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 4 Desember 2025: Lesu
Thursday, December 04, 2025       09:28 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lesu pada Kams (4/12/2025). Pelemahan ini karena ekspektasi semakin menguat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.16 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melemah 5 poin (0,03%) ke level Rp 16.633 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,08% ke level 98,93.
Sedangkan pada perdagangan Rabu (3/12/2025), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 3 poin di level Rp 16.628.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, kurs rupiah diproyeksi melemah karena ekspektasi semakin menguat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini. Perangkat FedWatch CME kini menunjukkan, pasar memperkirakan probabilitas pemangkasan suku bunga sekitar 90% pada pertemuan The Fed 9-10 Desember mendatang.
"Untuk perdagangan Kamis, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp. 16.620-16.640. Di saat yang sama, sinyal melemah dari data ekonomi AS telah memperkuat spekulasi tentang pemangkasan suku bunga," katanya, Rabu (4/12/2025).
Menurut Ibrahim, nilai tukar rupiah juga diproyeksi kembali melemah di tengah penantian pelaku pasar terhadap rilis laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP sektor swasta AS di bulan November, dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS bulan September yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat (5/12). Kedua laporan tersebut diawasi ketat oleh The Fed.
Calon Ketua The Fed
Ibrahm menyebut, sentimen terkait spekulasi pasar tentang calon ketua baru The Fed juga menekan rupiah hari ini. Beredar laporan bahwa Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih yang dikenal karena dukungannya terhadap suku bunga yang lebih rendah, menjadi kandidat utama untuk menggantikan Jerome Powell.
"Kemungkinan ini telah memperkuat antisipasi akan kebijakan moneter yang lebih lunak di bawah kepemimpinan baru," kata Ibrahim.
Ibrahim menambahkan, kurs rupiah juga diantisipasi terdampak sentimen ketegangan di Eropa Timjur, di mana Rusia dan AS tidak mencapai kesepakatan mengenai kemungkinan kesepakatan damai untuk Ukraina, setelah pertemuan selama lima jam antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan utusan utama Presiden AS Donald Trump.

Sumber : investor.id

berita terbaru