Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 5 Februari 2026: Melemah
Thursday, February 05, 2026       09:29 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Kamis (5/2/2026), tertekan penguatan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian global yang membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.08 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melemah 33 poin (0,2%) ke level Rp 16.810 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,04% ke level 97,65.
Sedangkan pada perdagangan Rabu (4/2/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 23 poin di level Rp 16.776.
Sebelumnya, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memprediksi, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.770 - 16.800 pada perdagangan Kamis (5/2/2026).
Prediksi kurs rupiah memasuki risiko pelemahan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Ibrahim menyebut, para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar negosiasi AS-Iran.
Prospek rupiah juga melemah menyusul rilis data manufaktur AS yang menunjukkan kinerja positif. Perkembangan ini memperkuat pandangan bahwa The Fed akan menahan suku bunga dalam wkatu dekat.
Data Penting AS
Sebagai catatan, Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute for Supply Management (ISM) melonjak menjadi 52,6 pada Januari dari 47,9 pada Desember.
"Saat ini para pedagang menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed setelah The Fed memutuskan suku bunga tidak berubah pada pertemuannya di bulan Januari dan penunjukan Warsh oleh Presiden Trump," kata Ibrahim.
Dari sisi internal, prospek rupiah dilemahkan oleh sentimen terkait ulasan Bank Dunia yang menilai Indonesia sulit keluar dari jebakan status negara berpendapatan menengah atau midlle income-trap , jika tidak melakukan reformasi struktural yang lebih dalam pada iklim usaha dan investasinya.
Hal ini, lanjut dia, meskipun Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan dan menunjukkan kinerja ekonomi yang cukup baik. "Pasalnya masih terdapat sejumlah tantangan mendasar, terutama terkait kualitas lingkungan usaha," Ibrahim menyebutkan.

Sumber : investor.id

berita terbaru
Thursday, Feb 12, 2026 - 18:21 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 BATA
Thursday, Feb 12, 2026 - 18:21 WIB
Indonesia Market Summary (12/02/2026)
Thursday, Feb 12, 2026 - 18:16 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 ABDA
Thursday, Feb 12, 2026 - 18:10 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 AADI
Thursday, Feb 12, 2026 - 17:57 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 TGRA
Thursday, Feb 12, 2026 - 17:45 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 SILO
Thursday, Feb 12, 2026 - 17:39 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 SAMF
Thursday, Feb 12, 2026 - 17:21 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham FUTR, Beli
Thursday, Feb 12, 2026 - 17:19 WIB
Kepemilikan Saham 30 Januari 2026 SAFE
Thursday, Feb 12, 2026 - 17:18 WIB
Kepemilikan Saham 31 Januari 2026 NELY