Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 13 Januari 2026: Melemah
Tuesday, January 13, 2026       09:25 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)melemahpada Selasa (13/1/2026), tertekan sentmen eksternal.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melemah 18 poin (0,11%) ke level Rp 16.873 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,11% ke level 98,96.
Sedangkan pada perdagangan Senin (12/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 36 poin di level Rp 16.855.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah diprediksi fluktuatif, dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp 16.850- 16.890. Hal ini karena tertekan beberapa sentimen eksternal, salah satunya perhatian pasar terhadap gejolak di Iran, di mana kerusuhan yang terkait dengan protes anti-pemerintah telah menewaskan lebih dari 500 orang.
"Perkembangan tersebut dapat berdampak pada kurs rupiah," ungkap Ibrahim dalam risetnya.
Selain itu, rupiah juga diantisipasi terdampak sentimen ketidakpastian politik di AS Departemen Kehakiman negara itu yang menekan The Fed dengan kemungkinan dakwaan pidana.
Data Penting AS
Adapun data ekonomi AS juga menjadi sentimen yang juga mempengaruhi prospek rupiah. Pada Jumat lalu (10/1/2026), data pemerintah AS menunjukkan peningkatan lapangan kerja non-pertanian sebesar 50.000 pekerjaan pada bulan Desember, meleset dari ekspektasi kenaikan 66.000, sementara tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,4%, di bawah perkiraan 4,5%.
"Data pekerjaan yang lebih lemah memperkuat tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja dan memperkuat spekulasi bahwa The Fed mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut pada 2026," papar Ibrahim.
Dari sisi internal, rupiah diproyeksi melemah setelah Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan penjualan eceran sebesar 1,5% secara bulanan ( month to month /MtM) pada November 2025 atau menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Capaian itu lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,6% MtM.

Sumber : investor.id