Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 27 Januari 2026: Terpukul
Tuesday, January 27, 2026       09:48 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpukul pada Selasa (27/1/2026), di tengah dinamika global yang dipengaruhi penguatan yen Jepang dan kehati-hatian pelaku pasar menjelang rapat The Fed.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.03 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini elemah 10 poin (0,06%) ke level Rp 16.792 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,01% ke level 97,05.
Sedangkan pada perdagangan Senin (26/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 38 poin di level Rp 16.782.
Dikutip Reuters, Dikutip dari Reuters, pergerakan pasar mata uang global masih dipengaruhi penguatan yen Jepang, yang bertahan solid setelah dua sesi kenaikan tajam berturut-turut. Pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi mata uang terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang.
Yen tercatat stabil di kisaran 153-154 per dolar AS, jauh dari posisi terendahnya pada akhir pekan lalu. Penguatan yen tersebut didorong oleh spekulasi langkah lanjutan otoritas moneter AS dan Jepang, yang kerap dipandang sebagai sinyal awal menuju intervensi di pasar valuta asing.
Tekanan terhadap dolar AS juga dipicu oleh faktor domestik, termasuk meningkatnya risiko penutupan pemerintahan AS serta ketidakpastian kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi baru.
Peluang Intervensi
Sejumlah analis menilai, meski peluang intervensi masih terbuka, langkah tersebut tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Investor pun menahan diri untuk kembali melepas yen secara agresif, meski kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Jepang masih membayangi.
Di pasar global, pelemahan dolar turut mengangkat mata uang utama lainnya mendekati level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Euro dan pound sterling tetap berada di zona penguatan, sementara dolar Australia dan dolar Selandia Baru juga mempertahankan kenaikan.
Secara tahunan, dolar AS telah melemah lebih dari 1% terhadap sekeranjang mata uang utama. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang dimulai Selasa waktu setempat, di tengah isu independensi bank sentral AS dan dinamika politik domestik.
Analis memperkirakan, sentimen global tersebut akan terus memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek, seiring investor mencermati arah kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik global.

Sumber : investor.id