Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 6 Januari 2026: Menguat
Tuesday, January 06, 2026       09:34 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Selasa (6/1/2026),seiring meredanya sentimen geopolitik global dan meningkatnya minat investor pada aset berisiko.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.03 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini menguat 4 poin (0,002%) ke level Rp 16.736 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,04% ke level 98,3.
Sedangkan pada perdagangan Senin (5/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 15 poin atau sekitar 0,09% ke level Rp 16.740 per dolar AS.
Dikutip dari Reuters, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stabil mendekati level tertinggi dalam dua pekan pada pembukaan perdagangan Asia. Meredanya kekhawatiran pasar terhadap aksi militer AS di Venezuela serta pernyataan dovish pejabat The Fed mendorong meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat di level 98,36 atau naik tipis 0,04%, setelah pada perdagangan sebelumnya memutus tren penguatan empat hari beruntun.
Strategis mata uang National Australia Bank, Rodrigo Catril, mengatakan pasar saat ini relatif tenang menghadapi dinamika geopolitik.
"Pasar tidak terlalu khawatir dengan perkembangan geopolitik, setidaknya dalam jangka pendek. Kondisi ini mengurangi daya tarik aset safe haven dan membuat dolar AS cenderung tertekan," ujarnya.
Pasar keuangan sempat bergejolak setelah penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu, yang memicu volatilitas di pasar komoditas. Pada Senin waktu setempat, Maduro mengajukan pembelaan tidak bersalah atas dakwaan kasus narkotika di pengadilan federal Manhattan.
Di pasar Asia-Pasifik, dolar Australia yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas melemah 0,1% ke US$ 0,6713, terkoreksi dari level tertinggi dalam dua pekan terakhir setelah harga tembaga mencetak rekor. Dolar Selandia Baru juga turun 0,1% ke posisi US$ 0,5784.
Terhadap yen Jepang, dolar AS menguat 0,2% ke level 156,72 yen.
Pernyataan Pejabat The Fed
Pada perdagangan sebelumnya, dolar sempat tertekan oleh pernyataan dovish Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari. Ia memperingatkan adanya risiko kenaikan tingkat pengangguran, yang meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang sebesar 82,8% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari mendatang, sedikit turun dari 83,4% pada akhir pekan lalu, berdasarkan data CME FedWatch Tool
Tekanan terhadap dolar juga datang dari data ekonomi AS yang menunjukkan aktivitas manufaktur menyusut lebih dalam dari perkiraan pada Desember, menyentuh level terendah dalam 14 bulan terakhir.
Namun, Capital Economics menilai perlambatan sektor manufaktur belum cukup untuk menghambat pertumbuhan ekonomi AS secara keseluruhan. "Sektor manufaktur memang kehilangan momentum, tetapi kami menilai perekonomian AS masih berpotensi tumbuh solid dalam beberapa kuartal ke depan," tulis lembaga riset tersebut.
Di pasar mata uang lainnya, dolar AS terhadap yuan China di pasar offshore Hong Kong bergerak stabil di level 6,983. Sementara itu, euro melemah 0,1% ke US$ 1,1713 dan pound sterling turun 0,1% ke US$ 1,3533.
Di pasar kripto, harga bitcoin terkoreksi tipis 0,2% ke US$ 93.900,82, sedangkan ethereum melemah 0,4% ke level US$ 3.226,50.

Sumber : investor.id