Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 19 Januari 2026: Anjlok ke Rp 16.900-an
Monday, January 19, 2026       09:50 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali anjlok pada Senin (19/1/2026), menembus kisaran Rp 16.900-an dipengaruhi sentimen global dan kekhawatiran kebijakan luar negeri.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.08 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini anjlok 21 poin (0,12%) ke level Rp 16.908 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,2% ke level 99,19.
Sedangkan pada perdagangan Kamis (15/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup ditutup melemah 31 poin di level Rp 16.896.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS hari ini berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.890 - 16.920. Pelemahan ini terjadi di saat ketegangan antara AS dan Iran telah mereda, setelah Presiden AS Donald Trump mengaku yakin bahwa gejolak demonstrasi di Iran akan mereda.
"Prospek rupiah juga lemah meski ketegangan antara AS dan Venezuela telah mereda, menyusul keterangan oleh Trump bahwa ia telah berkomunikasi dengan pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodrguez, dan menggambarkan interaksi tersebut sangat positif," tulis Ibrahim dalam risetnya, baru-baru ini.
Namun di AS, lanjut Ibrahim, kekhawatiran meluas seputar independensi The Fed. Hal ini dengan terjadinya penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, meski Trump mengungkapkan bahwa dia tidak berencana untuk memberhentikannya dari jabatan tertinggi bank sentral.
Ibrahim mengatakan, para pedagang tetap yakin bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga pada tahun 2026. Data lebih lanjut mengungkapkan bahwa Penjualan Ritel melebihi perkiraan, sebuah indikasi bahwa rumah tangga AS meningkatkan pengeluaran, sebagian besar untuk kendaraan bermotor dan lainnya.
"Hari ini fokus pasar adalah Klaim Pengangguran Awal untuk minggu yang berakhir pada 10 Januari, dengan perkiraan bahwa 215.000 warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran, di atas 208.000 yang terlihat pada minggu sebelumnya," tutupnya.

Sumber : investor.id