Pemicu Harga Emas Turun Tajam dari Level US$ 5.000
Saturday, January 31, 2026       09:32 WIB

JAKARTA, investor.id -Harga emas dunia dibuka anjlok lebih dari 7% hingga menurun dari level US$ 5.000 per troy ons pada hari Jumat (30/1/2026) waktu AS.
Dikutip dari  CNBC International , Sabtu (31/1/2026) harga emas spot dibuka menurun tajam7,5% ke level US$ 4.992per troy ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari 2026 turun 6,4% menjadi US$ 4.985.
Harga emas kini berdiri di level US$ 4.889 setelah menurun lebih lanjut hingga 9,10%, menurut pantauan di laman Kitco .
Analis menilai penurunan emas yang tajam dipicu oleh pengumuman ketua baru Federal Reserve (The Fed). Harga emas sendiri diperkirakan masih berada di jalur untuk kenaikan lebih dari 15% bulan ini, menuju kenaikan bulanan keenam berturut-turut dan terbesar sejak 1999.
"Saya masih percaya ada beberapa pendorong yang akan mendukung harga emas, tetapi setelah reli yang kuat dalam beberapa minggu terakhir, konsolidasi adalah hal yang sehat," kata analis di UBS, Giovanni Staunovo.
Dia menambahkan, penunjukan ketua baru The Fed, Kevin Warshmemberikan tekanan langsung pada harga emas.
Sementara itu,kepala riset komoditas dan valuta asing di CommerzbankThu Lan Nguyen menilai penunjukkan Warsh di The Fed tidak akan secarang langsung memengaruhi prospek emas di 2026.
Pasalnya, pasar belum melihat langsung dampak dari kebijakan moneter The Fed di bawah kepemimpinan Warsh terhadap harga emas.
"Saya tidak akan mengatakan demikian, belum," ujarNguyen, dikutip dari Kitco News .
"Dan saya tidak akan serta-merta menyebut ketua Fed yang baru lebih agresif jika itu adalah Kevin Warsh," sebutnya.

Sumber : investor.id