Perusahaan Konglomerasi Mau IPO, Siap-siap!
Tuesday, January 20, 2026       09:07 WIB

JAKARTA, investor.id -Prospek penggalangan dana melalui penawaran umum perdana saham ( initial public offering /IPO) diperkirakan semakin cerah pada 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan sejumlah perusahaan berskala besar, termasuk konglomerasi, tengah bersiap melantai di pasar modal.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengungkapkan bahwa terdapat minimal satu perusahaan konglomerasi yang telah menyatakan kesiapan melakukan IPO pada tahun ini.
"Setahu saya minimal satu (IPO konglomerasi)," ujar Iman di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/1/2026).
Adapun hingga 15 Januari 2026, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO BEI. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa lima di antaranya merupakan perusahaan dengan aset di atas Rp 250 miliar.
Sementara itu, masing-masing satu perusahaan berada pada kategori aset menengah (Rp 50-250 miliar) dan aset kecil di bawah Rp 50 miliar.
Dari sisi sektor usaha, dua perusahaan berasal dari sektor keuangan, satu dari barang baku, satu dari energi, satu dari industri, satu dari transportasi dan logistik, serta satu dari teknologi. Komposisi tersebut mencerminkan diversifikasi yang kuat dan minat emiten dari berbagai industri untuk memanfaatkan momentum positif pasar modal.
BEI menargetkan 50 perusahaan dapat melangsungkan IPO sepanjang 2026, termasuk enam perusahaan berkapitalisasi besar atau lighthouse company. 
Target tersebut meningkat signifikan dibanding 2025, di mana sebanyak 26 perusahaan mencatatkan saham perdana dengan total dana dihimpun Rp 18,11 triliun.
Dengan capaian tersebut, jumlah perusahaan tercatat di BEI kini mencapai 969 perusahaan. Selain itu, BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian ( RNTH ) sebesar Rp 14,5 triliun dan penambahan dua juta investor baru pada 2026.
Optimisme terhadap pasar modal semakin kuat seiring kinerja IHSG yang terus menanjak. Pada perdagangan Senin siang, indeks sempat menguat 39,58 poin atau 0,44% ke level 9.114,99.
Iman Rachman turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas kondisi pasar saham yang terus mencatatkan rekor ATH selama masa kepemimpinannya.
"Terima kasih, Pak Purbaya," ujarnya.
IHSG sepanjang 2025 mencetak 24 rekor ATH dan tren tersebut berlanjut hingga awal 2026. Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 58,47 poin (0,64%) ke level 9.133,8, sekaligus mencatatkan rekor tertinggi baru.
Sebanyak 404 saham ditutup menguat, di antaranya dan yang melonjak 32%-34%. Nilai transaksi pasar saham mencapai Rp 35,73 triliun dengan volume 78,1 miliar saham dan frekuensi 3,79 juta kali.
Seluruh sektor saham bergerak positif. Sektor barang konsumen primer memimpin penguatan dengan lonjakan 2,45%, mencerminkan kuatnya konsumsi domestik sebagai penopang utama ekonomi. Disusul sektor energi yang naik 0,96%, sektor infrastruktur 0,9%, barang konsumen non-primer 0,72%, perindustrian 0,29%, dan properti 0,22%.
Sementara itu, beberapa sektor masih mencatat pelemahan terbatas. Sektor transportasi turun 1,23%, kesehatan 0,86%, teknologi 0,28%, keuangan 0,17%, dan barang baku 0,15%.

Sumber : investor.id

berita terbaru
Thursday, Apr 02, 2026 - 21:03 WIB
DSSA Geber Proyek EBT dan Infrastruktur Digital
Thursday, Apr 02, 2026 - 21:01 WIB
Emiten Ini Balikkan Rugi Triliunan Jadi Laba
Thursday, Apr 02, 2026 - 20:56 WIB
Saham Rp 95 Perak Ngacir 4.847%, Ada Kabar Baru
Thursday, Apr 02, 2026 - 20:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BCIP
Thursday, Apr 02, 2026 - 20:26 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of ATLA
Thursday, Apr 02, 2026 - 20:23 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CGAS
Thursday, Apr 02, 2026 - 20:21 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of DART
Thursday, Apr 02, 2026 - 20:17 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CTTH
Thursday, Apr 02, 2026 - 20:15 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CTBN
Thursday, Apr 02, 2026 - 20:12 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CSMI