Proyek Gas Dusem Dimulai, Krakatau Steel (KRAS) Pasok 83.000 Ton Pipa
Friday, February 20, 2026       13:34 WIB

CILEGON, investor.id -PT Krakatau Steel (Persero) Tbk () melalui anak usahanya, PT Krakatau Pipe Industries, memulai pengiriman perdana pipa baja untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Gas Transmisi Dumai-Sei Mangkei (Dusem). Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp6,3 triliun,ditargetkan selesai pada 2027 dan beroperasi pada 2028.
Proyek Dusem telah dikontrakkan kepada dua konsorsium kerja sama operasi (KSO 1 dan KSO 2). Dalam struktur proyek tersebut, Krakatau Steel berperan sebagai pemasok utama material pipa baja dengan total kebutuhan sekitar 83.000 ton.
Ada pun pipa yang diproduksi terdiri dari jenis Electric Resistance Welding (ERW) dan Helical Submerged Arc Welding ( HSAW ) dengan standar API 5L X52 PSL 2, yang lazim digunakan untuk jaringan transmisi gas bertekanan tinggi.
Seremoni pelepasan distribusi tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM , Laode Sulaeman, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Agung Kuswardono, serta jajaran manajemen Krakatau Steel Group di Cilegon, Kamis (19/02).
Dalam sambutannya, Laode memberikan apresiasi atas peran Krakatau Steel Group yang bersinergi bersama para anggota KSO atas langkah-langkah cepat dan terukur sehingga proyek ini masih berada pada timeline yang sangat meyakinkan.
"Kita harapkan nanti rencananya ada first welding di pertengahan Maret," ujarnya.
Integrasi Jaringan Gas Sumatra-Jawa
Jalur pipa sepanjang 541 kilometer ini akan menghubungkan Sei Mangkei hingga Dumai. Jika tersambung penuh, jaringan gas di Pulau Sumatra akan terintegrasi dari Aceh hingga bagian selatan Sumatra.
"Kalau ini sudah terbangun, Krakatau Steel Group sudah membantu kami membangun hampir 900 kilometer pipa sebagai bagian dari membangun ketahanan energi nasional," kata Laode.
Di sisi lain, proyek Cirebon-Semarang (CISEM) 2 di Pulau Jawa juga ditargetkan selesai tahun ini. Dengan selesainya kedua proyek tersebut, jaringan pipa gas di Sumatra dan Jawa akan makin terkoneksi, sehingga distribusi pasokan gas dari berbagai sumber menjadi lebih fleksibel.
Proyek Dusem sendiri ditargetkan rampung dalam 18 bulan dan mulai beroperasi pada 2028. Karena menggunakan pendanaan APBN , aspek ketepatan waktu dan akuntabilitas menjadi perhatian utama pemerintah.
Pipa Dusem juga diproyeksikan menjadi infrastruktur penting untuk menyalurkan gas dari temuan besar di Blok Andaman. Gas tersebut akan didistribusikan ke arah utara (Aceh) dan selatan. Jalur selatan akan melewati pipa Dusem untuk memasok kebutuhan industri di berbagai wilayah Sumatra.
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo, berterima kasih kepada Dirjen Migas yang telah kembali mempercayakan Krakatau Steel Group, sekaligus memastikan bahwa proses pengiriman sesuai dengan yang ditargetkan.
"Krakatau Steel Group berkomitmen untuk terus mendukung agenda-agenda dari Dirjen Migas untuk menyediakan layanan terbaik dalam membangun ketahanan energi," ungkapnya.
Sekitar 60%-65% nilai proyek, khususnya untuk material pipa, dialokasikan kepada Krakatau Steel dan mitra manufaktur dalam negeri. Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN ) dalam proyek ini diperkirakan mencapai sekitar 60%.
Untuk memenuhi target produksi yang agresif, Krakatau Steel menerapkan skema kolaborasi dengan sejumlah pabrikan pipa nasional. Dalam model ini, bahan baku baja dipasok oleh Krakatau Steel, sementara proses fabrikasi dilakukan bersama mitra swasta. Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk mempercepat penyelesaian produksi sekaligus mengoptimalkan kapasitas industri baja nasional.
Pengiriman pipa dilakukan secara paralel melalui jalur darat dan laut. Satu kapal dapat mengangkut sekitar 4.000 ton pipa dengan waktu tempuh sekitar dua minggu menuju Medan. Produksi telah dimulai sejak akhir tahun lalu dan ditargetkan selesai tahun ini agar pemasangan dapat berjalan paralel dengan distribusi.
Mandat Hilirisasi dan Kinerja Perusahaan
Pengiriman perdana pipa baja Proyek Dumai-Sei Mangkei oleh Krakatau Steel Group selaras dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong hilirisasi industri, serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
Langkah Krakatau Steel ini menjadi wujud konkret dukungan terhadap agenda besar pemerintahan dalam membangun kemandirian ekonomi nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Di luar proyek Dusem, Krakatau Steel tahun ini juga menerima mandat hilirisasi industri melalui Danantara. Dua proyek utama yang disiapkan meliputi hilirisasi pasir besi menjadi carbon steel serta hilirisasi nikel menjadi stainless steel .
Hernowo menargetkan mandat tersebut dapat memperkuat fundamental bisnis dan memperbaiki kinerja perusahaan secara berkelanjutan, setelah sebelumnya mencatat perbaikan performa.
"Kapasitas produksi baja Krakatau Steel saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton per tahun. Aktivasi kembali fasilitas Hot Strip Mill (HSM-1) yang sempat terdampak kebakaran diperkirakan menambah kapasitas sekitar 1 juta ton pada tahun ini," katanya.
Industri baja nasional masih menghadapi tekanan dari lonjakan produk impor, terutama dari China, seiring kondisi kelebihan kapasitas produksi global. Pemerintah telah mengambil langkah proteksi melalui penerapan bea masuk anti-dumping terhadap sejumlah produk baja. Beberapa tarif yang sebelumnya nol persen kini dinaikkan menjadi sekitar 17,5% guna menjaga daya saing industri dalam negeri.
Selain proyek pipanisasi, Krakatau Steel juga terlibat dalam sejumlah dukungan infrastruktur lain, termasuk penyediaan baja untuk sektor perkapalan nasional melalui kerja sama dengan PT PAL.

Sumber : investor.id