Rupiah Keluar dari Tekanan Beruntun
Friday, January 09, 2026       16:32 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar rupiah (IDR) mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dipantau dari laman Bloomberg , Jumat (9/1/2026) rupiah ditutup menguat 0,13% ke level Rp 16.819 per dolar AS saat berita ini ditulis.
Sebelumnya,data Bloomberg pada pukul Jumat pagi di pasar spot exchange menunjukkankurs rupiah njlok 34 poin (0,2%) ke level Rp 16.832 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,02% ke level 98,95.
Pada perdagangan Kamis sore (8/1/2026), kurs rupiah juga melemah 18 poin terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah di level Rp 16.798.
Kurs rupiah diantisipasi terkoreksi menyusulrilis ekonomi AS yangmenunjukkan bahwaaktivitas bisnis membaik.
"Fokus pasar selanjutnya adalah Klaim Pengangguran Awal mingguan yang akan dirilis malam ini dan laporan Nonfarm Payrolls Desember, yang akan dirilis hari Jumat," ungkap pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Jumat (9/1/2026).
Menurutnya,perkembangan tersebut akan menentukan pergerakan rupiah ke depan.
Selain itu, pergerakan rupiah juga dibayangi pelemahan imbas sentimenketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela, di mana Presiden Donald Trump berencana mengendalikan industri minyak negara itu.
Dari sisi internal,Rupiah diproyeksi melemah meski Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan cadangan devisa Indonesiake level US$ 156,5 miliarpada akhir Desember 2025.

Sumber : investor.id