Target Harga BBRI
Wednesday, August 13, 2025       09:11 WIB

JAKARTA, investor.id -Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () atau BRI melompat 6,30% ke Rp 4.050 pada perdagangan Selasa (12/8/2025). diperdagangkan di rentang Rp 3.830-4.050.
Saham diserbu. Sebanyak 404,8 juta saham diperdagangkan, frekuensi 66.064 kali, dan nilai transaksi Rp 1,61 triliun. diakumulasi. Broker UBS Sekuritas Indonesia mencatatkan net buy Rp 232,3 miliar, dan Maybank Sekuritas Indonesia juga net buy Rp 202,2 miliar. Asing mencetak net buy sampai Rp 719 miliar, tertinggi di antara saham-saham net buy asing.
Pada perdagangan Senin (11/8/2025), saham juga menguat 2,97% setelah pada pekan lalu saham ini tertekan dengan mayoritas memerah. Untuk sepekan terakhir, saham emiten bank BUMN ini meningkat 8,29%.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas Indonesia merekomendasikan  trading buy dengan target harga Rp 4.120. Trader disarankan masuk di kisaran Rp 3.900-4.050 dan stoploss di level Rp 3.680.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () atau BRI mencetak laba yang lemah pada semester I-2025, namun operasi inti tetap tangguh. Muncul target harga baru saham .
BRI () melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp 26,3 triliun pada semester I-2025 atau turun 11,5% yoy. Pencapaian itu tidak sesuai ekspektasi MNC Sekuritas dan konsensus analis.
Target Harga
"Laba bersih pada semester I-2025 mencapai 46% dan 45% dari estimasi kami dan konsensus untuk setahun penuh. Laba tersebut tertekan oleh peningkatan pencadangan dan dampak penerapan IFRS 17," tulis Research Analyst MNC Sekuritas, Victoria Venny dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (6/8/2025).
Dengan berbagai faktor yang ada, MNC Sekuritas merekomendasikan hold saham BRI () dari sebelumnya buy . Target harga saham direvisi menjadi Rp 4.050.
Target harga baru tersebut menyiratkan proyeksi PBV 2025 dan 2026 masing-masing sebesar 1,8 kali dan 1,7 kali.
Adapun estimasi laba per saham ( earnings per share /EPS) dipangkas 4,8% karena pelemahan margin dan proyeksi CoC yang lebih tinggi. Risiko utamanya jika ada tekanan makro eksternal, ekspansi kredit yang lebih lemah dari perkiraan, dan penurunan kualitas aset.

Sumber : investor.id

berita terbaru
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:45 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 KPIG
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:39 WIB
Kepemilikan Saham 30 Desember 2025 KING
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:30 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 IATA
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:26 WIB
Kepemilikan Saham 30 Desember 2025 FITT
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:20 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 CSMI
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:12 WIB
Indonesia Market Summary (15/01/2026)
Thursday, Jan 15, 2026 - 19:50 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 BANK