Terungkap Kondisi Krakatau Steel Terkini Usai `Berdarah-darah`
Wednesday, February 04, 2026       13:40 WIB

Jakarta , Detik Finance- Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria buka-bukaan kondisi PT Krakatau Steel Tbk (Persero) Tbk () saat ini. Menurutnya kondisi finansial menuju fase pemulihan dan bergerak menuju sehat.
"Krakatau steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial," ujar Dony dalam Raker dan RDP dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (4/2/2026).
Klaim tersebut disampaikan seiring dengan langkah transformasi yang tengah dijalankan Danantara terhadap Krakatau Steel. Dony mengatakan perbaikan dilakukan secara menyeluruh di berbagai lini, mulai dari intervensi keuangan, operasional, hingga tata kelola perusahaan.
"Danantara sudah melakukan intervensi dan juga perbaikan terhadap perusahaan kita perusahaan kita krakatau steel," ujar Dony.
Sebagai informasi, Krakatau Steel (Persero) Tbk () menerima dukungan pendanaan dari PT Danantara Aset Management (Persero) atau DAM selaku pemegang saham dengan skema shareholder loan sebesar Rp 4,9 triliun. Pinjaman jumbo ini rencananya akan dialokasikan untuk restrukturisasi penyehatan perusahaan.
Dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman ini akan dialokasikan untuk memperkuat likuiditas Krakatau Steel. Dana tersebut dipakai untuk modal kerja sebesar Rp 4,18 triliun dan program pengunduran diri sukarela melalui skema golden handshake (GHS) serta penyehatan dana pensiun sebesar Rp 752,8 miliar.
Untuk modal kerja, dana digunakan untuk pembelian bahan baku pabrik Hot Strip Mill (HSM), pabrik Cold Rolled Coil (CRM), dan mendukung pemenuhan bahan baku pabrik pipa. Sementara untuk program GHS dan penyehatan dana pensiun akan dilakukan menggunakan mekanisme Lump Sum Window.
"Transaksi ini sangat dibutuhkan oleh Perseroan untuk mendukung pemulihan bisnis baja pasca penyelesaian perbaikan HSM serta menjaga keberlanjutan program Restrukturisasi Utang yang telah efektif pada Oktober 2025. Dukungan pendanaan ini menjadi sangat krusial agar kegiatan operasional dapat berjalan secara optimal sesuai rencana," tulis Manajemen Krakatau Steel dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, pada Rabu (24/12/2025) lalu.
Selanjutnya, Krakatau Steel menandatangani perjanjian Pemegang Saham dengan DAM pada tanggal 19 Desember 2025. Adapun rincian nilai transaksi ini sebesar Rp 4,9 triliun yang terdiri dari dua tenor. Pertama, pinjaman dana kerja sebesar Rp 4,18 triliun dengan tenor minimal 5 tahun. Kedua, pinjaman sebesar Rp 752,8 miliar dengan tenor minimal 6 tahun.
"Dengan adanya dukungan pendanaan melalui Pinjaman Pemegang Saham, Perseroan akan memiliki likuiditas yang lebih kuat, sehingga mampu menjalankan kegiatan operasional secara lebih optimal. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan biaya produksi serta peningkatan daya saing produk Perseroan," imbuhnya
(hrp/hns)

Sumber : DETIK FINANCE