Unilever Indonesia (UNVR) Bakal Royal Tebar Dividen
Thursday, October 23, 2025       18:07 WIB

JAKARTA, investor.id- PT Unilever Indonesia Tbk () bakal royal menebar dividen pada kinerja tahun buku 2025. Dividen yang dibagikan bukan hanya berasal dari performa perseroan pada tahun ini, tetapi juga bersumber dari hasil divestasi bisnis es krim kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia senilaiRp 7 triliun.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menyebut bahwa Unilever berencana membagikan 100% dividen pada tahu buku 2025, termasuk menebar dividen yang bersumber dari hasil pelepasan bisnis es krim.
Hanya saja, dividen yang berasal dari divestasi bisnis es krim akan sangat bergantung pada proses penyelesaian sebagaimana diatur sesuai ketentuan yang berlaku. Yang jelas, Benjie mengupayakan, pemisahan bisnis es krim tersebut tuntas pada tahun ini.
"Jika terdapat penyesuaian seiring dengan perkembangan global terkini, kami akan mengomunikasikannya secara tepat waktu dan transaparan," ujarnya dalam interview eksklusif, Kamis (23/10/2025).
Benjie berterus terang bahwa pemisahan bisnis es krim tersebut akan memberikan dampak terhadap skala bisnis perseroan dalam jangka pendek. Namun, pada sisi yang lain, divestasi ini justru memperkuat profil margin sekaligus memperjelas fokus strategis .
Ini tercermin dari margin perseroantanpa bisnis es krim yang mengalami peningkatan sebanyak 14 poin dan 37 poin pada margin laba sebelum pajak sepanjang periode Januari-September 2025. Kemudian, dari sisi laba per saham, margin tanpa bisnis es krim juga menguat menjadi Rp 7,1 per saham secara ytd.
Bukan cuma itu, pemisahan bisnis es krim tersebut juga diyakini bakal memperkuat return on invested capital ( ROIC ) sekitar 800 poin dan cash convertion ratio sekitar 1.600 poin.
"Jadi, kami tetap berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan yang menguntungkan dan meningkatkan imbal hasil dari bisnis inti," tuturBenjie.
Hingga kuartal III-2025, emiten berkode saham tersebut berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 9,4 triliun (+12,4% yoy dan +7,7% qoq) dengan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun.
Laba bersih tersebut melesat 117% secara yoy dan 28,5% secara kuartalan. Margin kotor menguat menjadi 49,2%, diikuti dengan kenaikan pajak sebesar 16,2% yang mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 787 bps secara tahunan.
Selain itu, juga mencatatkan penjualan domestik yang tumbuh sebesar 12,7% pada kuartal III-2025, sementara belanja iklan dan promosi tetap stabil di 8,8% dari total penjualan bersih.
"Hasil kinerja kuartal III-2025 merupakan fase pemulihan bisnis kami. Kami melihat dampak positif dari perubahan struktural dan langkah disiplin yang telah kami ambil selama setahun terakhir," tandas Benjie.

Sumber : investor.id