Wall Street Rontok Berjemaah, Aksi Spekulasi Perak Picu Tekanan Pasar
Saturday, January 31, 2026       08:42 WIB

NEW YORK , investor.id -Wall Street kembali melemah pada perdagangan Jumat (30/1/2026) di tengah tekanan pada saham teknologi dan meredanya aksi spekulatif di pasar perak. Meski demikian, indeks-indeks utama bursa saham Amerika Serikat tetap berhasil menutup Januari 2026 di zona positif.
Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 turun 0,43% dan berakhir di level 6.939,03, menandai penurunan tiga hari berturut-turut. Dow Jones Industrial Average melemah 179 poin (0,36%) ke posisi 48.892,47.
Sementara itu, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi mencatat kinerja terburuk dengan penurunan 0,94% ke level 23.461,82. Ketiga indeks sempat merosot lebih dari 1% pada titik terendah perdagangan.
Harga emas dan perak masing-masing anjlok sekitar 9% dan 28% dalam sehari, hal ini menjadi pemberat pasar. Padahal, dalam setahun terakhir, kontrak berjangka emas dan perak telah melonjak masing-masing sekitar 67% dan 142%.
Lonjakan harga sebelumnya dipicu oleh masuknya investor ritel secara masif ke perdagangan logam mulia, terutama perak, hingga memicu terbentuknya gelembung spekulatif. iShares Silver Trust (SLV), ETF perak yang populer di kalangan trader individu, anjlok lebih dari 28% pada Jumat, menjadi penurunan harian terburuk sepanjang sejarahnya.
Kepala Strategi Pasar Miller Tabak, Matt Maley, menilai kejatuhan tajam tersebut mengindikasikan aksi jual paksa akibat tingginya penggunaan leverage di pasar perak. "Perak menjadi aset terpanas bagi day trader dan pelaku perdagangan jangka pendek. Dengan penurunan tajam hari ini, margin call pun tak terhindarkan," ujarnya.
Tekanan pasar muncul meski pelaku pasar secara umum menyambut positif keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed). Trump bahkan menyebut Warsh sebagai salah satu kandidat Ketua The Fed terbaik sepanjang sejarah.
"Saya telah mengenal Kevin sejak lama, dan saya tidak ragu dia akan tercatat sebagai salah satu Ketua The Fed TERBAIK, mungkin yang terbaik," tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Pemilihan Warsh dinilai mampu meredakan kekhawatiran pasar terkait independensi bank sentral AS, mengingat pengalamannya sebagai mantan Gubernur The Fed dan sikapnya yang kerap tegas terhadap inflasi.
Meski diperkirakan akan mendorong penurunan suku bunga dalam jangka pendek, sejalan dengan preferensi Trump, pasar menilai Warsh tetap menjaga kredibilitas kebijakan moneter dan tidak sepenuhnya mengikuti tekanan politik.
Respons Positif Pasar
Penguatan dolar AS dan stabilnya imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turut mencerminkan respons positif pasar terhadap penunjukan tersebut.
"Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed adalah skenario yang diharapkan pasar. Ia figur berpengalaman, dikenal luas di kalangan pelaku pasar, dan diyakini mampu menjaga independensi bank sentral, yang sangat krusial bagi stabilitas pasar," ujar Chief Investment Officer Treasury Partners Richard Saperstein yang juga menilai proses konfirmasi Warsh di Senat AS relatif akan berjalan mulus.
Di sisi lain, investor juga mencermati laporan kinerja keuangan emiten. Saham Apple bergerak fluktuatif meski mencatat kinerja kuartal I fiskal di atas ekspektasi dan melaporkan lonjakan signifikan penjualan iPhone.
Tekanan di sektor teknologi sebelumnya dipicu oleh saham Microsoft yang anjlok 10% sehari setelah rilis laporan keuangan, menjadi penurunan harian terburuk sejak 2020 dan menghapus kapitalisasi pasar lebih dari US$ 350 miliar.
Saham KLA Corp juga tertekan lebih dari 15% setelah proyeksi kinerjanya mengindikasikan perlambatan pertumbuhan. Sebaliknya, saham Verizon melonjak hampir 12%, mencatatkan kenaikan harian terbaik sejak 2008, setelah perusahaan melampaui ekspektasi analis dan memberikan panduan kinerja tahunan yang solid.
Meski ditutup melemah pada perdagangan terakhir Januari, kinerja bulanan Wall Street tetap positif. Indeks S&P 500 dan Dow Jones masing-masing mencatat kenaikan 1,4% dan 1,7% sepanjang Januari 2026. Nasdaq Composite naik sekitar 1%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 melesat lebih dari 5% dalam sebulan.

Sumber : investor.id

berita terbaru
Monday, Feb 02, 2026 - 14:18 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham BYAN, Beli
Monday, Feb 02, 2026 - 14:17 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham ITIC, Beli
Monday, Feb 02, 2026 - 14:16 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham AYLS, Beli
Monday, Feb 02, 2026 - 14:13 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham BRRC, Beli
Monday, Feb 02, 2026 - 13:54 WIB
Asing Diam-diam Serok Saham BUMI
Monday, Feb 02, 2026 - 13:52 WIB
Deflasi Sentuh 0,15% pada Januari 2026