Masuki Ex Date, Saham Matahari Department Store (LPPF) Anjlok 15 Persen
Monday, April 22, 2024       13:41 WIB

IDXC hannel - Saham emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk () anjlok pada lanjutan sesi I, Senin (22/4/2024), seiring memasuki masa ex date dividen.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.40 WIB, saham turun tajam 15,41 persen ke Rp1.510 per saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp8,64 miliar dan volume perdagangan 5,68 juta saham.
Dengan ini, saham sudah turun 3 hari beruntun. Dalam sepekan, saham amblas 19,25 persen dan dalam sebulan minus 12,97 persen.
akan membagikan dividen tunai senilai Rp200 per saham dari laba bersih tahun buku 2023 pada 29 April mendatang.
Manajemen menyampaikan, kebijakan ini merupakan usulan perseroan setelah membukukan laba bersih senilai Rp675 miliar sepanjang 2023.
"Manajemen mengusulkan dividen sebesar Rp200/saham, sejalan dengan persetujuan pemegang saham sesuai peraturan. Adapun rasio pembayaran dividen sebesar 67%," kata manajemen dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (27/2) lalu.
Sebagai informasi, laba bersih mengalami penurunan 51,17% year-on-year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp1,38 triliun.
Hal ini membuat laba per saham dasar terpangkas menjadi Rp298 per saham, dari semula Rp582 per saham.
Kondisi ini berlangsung saat pendapatan usaha tumbuh 1,3% yoy menjadi Rp6,53 triliun, dari Rp6,45 triliun. Penjualan eceran hingga konsinyasi mampu bertahan masing-masing sebesar Rp3,7 triliun dan Rp2,7 triliun.
"Kinerja penjualan ini sebagian dipengaruhi oleh keterlambatan THR dan periode mudik dini yang tidak terduga. Meskipun terdapat tekanan inflasi, Margin Kotor mampu mencapai IDR 4,3 triliun. Tidak hanya itu, dengan pengurangan subsidi sewa, EBITDA untuk tahun ini dapat mencapai Rp 1,4 triliun," kata manajemen dalam keterangan resminya, Senin (26/2/2024).
Total aset akhir Desember 2023 naik 2,26% yoy menjadi Rp5,88 triliun, sementara jumlah kewajiban utang atau liabilitas membengkak 13,14% yoy menjadi Rp5,84 triliun. Alhasil, rasio utang terhadap aset (DER) membengkak signifikan.
Jumlah modal bersih atau ekuitas juga berkurang drastis hingga mencapai Rp30,73 miliar. Sementara kas dan setara kas yang ada dalam genggaman akhir 2023 tersisa Rp457,62 miliar.
Buka Gerai Baru
Diwartakan sebelumnya, menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp300 miliar untuk 2024.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (24/3/2024), anggaran belanja modal perseroan akan dialokasikan untuk pembangunan gerai baru, perbaikan gerai yang sudah ada dan digitalisasi. Tahun ini, perseroan berencana membuka 4-6 gerai baru.
Fokus perseroan tahun ini yaitu memprioritaskan peremajaan toko yang berdampak tinggi, mengidentifikasi 29 toko dalam daftar pantauan untuk renegosiasi sewa, perampingan, dan potensi penutupan 10 gerai sepanjang tahun.
"Sementara pemasaran yang lebih efektif direncanakan, dengan optimalisasi pemanfaatan media digital dan segmentasi lebih baik," demikian tulis manajemen.

Sumber : idxchannel.com