Ada Indikasi Penurunan Angka Restrukturisasi, Pilih ETF Berbobot Besar di Saham Perbankan
Thursday, January 14, 2021       09:31 WIB

Ipotnews - Indikasi penurunan angka restrukturisasi di perbankan menjadi alasan ETF Desk Indo Premier Sekuritas merekomendasikan investor untuk mengoleksi ETF saham dengan bobot besar di sektor perbankan, seperti , , , , dan .
"Hasil diskusi kami bersama menunjukkan bahwa angka restrukturisasi akibat Covid-19 menunjukkan penurunan selama 3 bulan terakhir. Perbaikan angka restrukturisasi ini juga akan ditunjukkan di bank lain di mana ekspektasi kami, angka perbankan di 4Q20 akan menujukkan pemulihan restrukturisasi. Sektor perbankan yang memiliki bobot terbesar di IHSG menjadi alasan kami untuk kembali melihat ETF yang memiliki porsi sektor perbankan yang tinggi seperti , , , , dan sebagai beberapa pilihan ETF untuk investor," papar ETF Desk dalam catatan risetnya, Kamis (14/1).
Sebelumnya, bursa Wall Street ditutup cenderung menguat, masih menjadi perhatian investor adalah suku bunga rendah The Fed, angka Covid-19, ketidakpastian politik akibat demonstrasi di Capitol dan menunggu dilantiknya Joe Biden pada tanggal 20 Januari.
Sektor teknologi menjadi penguat indeks. Sementara pagi ini harga komoditas seperti minyak mentah, batubara, dan nikel masih menunjukkan penguatan dan indeks Asia Pasifik pagi ini dibuka bervariasi menanti angka perdagangan China di bulan Desember yang akan diumumkan pagi ini.
"Domestik, kami masih melihat potensi rally di IHSG setelah kemarin resmi digunakannya vaksin Sinovac untuk darurat dengan Presiden Jokowi menjadi orang pertama di Indonesia yang mendapatkan vaksin. Investor asing diprediksi kembali masuk ke IHSG setelah mencatat inflow lebih dari Rp6tn dalam 5 hari. Sentimen pemulihan ekonomi di Asia dan valuasi yang relatif menarik jika dibandingkan dengan regional lain menjadi katalis utama inflow tersebut."
Manufacturing: Indeks manufaktur BI di 4Q20 tercatat 47.29%, meningkat dibandingkan 3Q20 di 44.91%. Meski ada kenaikan, kondisi indeks dibawah 50% menunjukkan industri masih terkontraksi. Ini terjadi karena permintaan yang meningkat di Natal dan Tahun Baru.
: Pinjaman yang direstrukturisasi tercatat menurun selama 3 bulan terakhir. Hasil diskusi kami bersama manajemen menunjukkan bahwa penurunan terjadi karena sektor UMKM yang mulai pulih dan akan berlanjut di 2021. Hal ini konsisten dengan thesis kami bahwa PSBB transisi tidak banyak memiliki imbas ke portofolio . Selengkapnya di: https://r.ipot.id/?g=r/s/3cbq8b
: Berencana untuk menaikkan tarif 6 ruas tol pada 2M21. Rentang kenaikan beragam, salah satunya ruas tol Palikanci dimana Golongan 1 meningkat 4%. Secara trafik, tol di Desember menurun 16% yoy.
: 11M20, membukukan penjualan sebesar 1,5mn atau turun 16,3% yoy. Penjualan semen pada 4Q20 diperkirakan akan mengalami penurunan secara qoq karena adanya musim hujan.
: Siapkan capex sebesar Rp3.05tn untuk FY21F. Angka ini meningkat 27% jika dibandingkan rencana capex 2020 di Rp2.39tn. Dana berasal dari kas internal dan akan digunakan untuk tambahan modal dan pengembangan bisnis.
Covid-19 Update: Indonesia, Positif: 858,043 Kasus; Sembuh: 703,464 Kasus; Meninggal: 24,951 Kasus.*Data per 13/01/21

Sumber : admin
1,061
-0.3 %
-3 %

1,000

BidLot

313

OffLot