Ada crossing saham, investor asing beli Rp 125,4 miliar saham Sat Nusapersada (PTSN)
Friday, April 03, 2020       16:47 WIB

JAKARTA. Terjadi transaksi tutup sendiri atau  crossing  pada saham PT Sat Nusapersada Tbk () pada hari ini Jumat (3/4). Transaksi tersebut melibatkan total 531,43 juta saham .
Berdasar penelusuran Kontan.co.id,  crossing  saham ini dilakukan lewat broker PT Samuel Sekuritas Indonesia.  Crossing  dilakukan sebanyak satu kali transaksi pada pukul 10.06 JATS . Transaksi ini menggunakan harga Rp 236 per saham, sehingga secara total nilai transaksi mencapai Rp 125,4 miliar.
Harga saham  crossing  ini lebih tinggi ketimbang harga saham Rp 153 per saham hari ini.
Berdasarkan data RTI, pihak pembeli transaksi adalah investor asing dan pihak penjual investor domestik. Adapun aksi beli bersih  (net buy)  oleh investor asing saham mencapai jumlah yang sama dengan jumlah transaksi  crossing. 
Total transaksi ini setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor yang mencapai 5,31 miliar saham. Pada akhir Maret. Pada akhir Februari, tercatat pemegang saham terbesar Sat Nusapersada adalah Abidin dengan kepemilikan 3,54 miliar saham atau setara 66,47%. Pemegang saham terbesar kedua adalah Inditeck Technology Hong Kong Limited sebesar 10% atau 531,43 juta saham.
Selain itu, Bidin Yusuf memiliki 187,68 juta atau setara 3,53%. Sementara itu, masyarakat memiliki 531,29 juta saham atau setara 10%.
Selain para pemegang saham tersebut, juga masih memiliki saham  treasury  sebesar 531,43 juta saham atau 10% per akhir Februari 2020.
Pada Desember 2019, mengumumkan rencana pengalihan saham  treasury  ini. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 13 Desember 2019 lalu, Direktur Utama Sat Nusapersada Abidin Fan mengatakan akan mengalihkan saham  treasury  ini.
menunjuk Samuel Sekuritas Indonesia sebagai broker pelaksana penjualan saham. Ketika itu, Sat Nusapersada mengungkapkan akan memulai penjualan saham  treasury  paling cepat 14 hari setelah keterbukaan informasi. "Harga penjualan tidak lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian BEI satu hari sebelum tanggal penjualan dan harga rata-rata penutupan perdagangan harian selama 90 hari sebelum tanggal penjualan, mana yang lebih tinggi," ungkap Abidin.
Dalam tiga bulan laporan kepemilikan saham, Sat Nusa masih memiliki saham  treasury  ini. Jika  crossing  ini merupakan penjualan saham  treasury , meraup dana segar dan keuntungan besar. Berdasarkan laporan keuangan per September 2019, memperoleh saham  treasury  pada tahun 2013 ketika kondisi pasar fluktuatif.
Berdasarkan Surat Edaran OJK No. /POJK.04/ 2013 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, membeli kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI. Tujuan dari pembelian saham Perseroan adalah untuk menjaga kestabilan harga saham.
Biaya perolehan 10% saham ini hanya US$ 1,76 juta atau setara Rp 28,94 miliar dengan kurs BI hari ini, Rp 16.464 per dolar AS. Artinya, meraup keuntungan Rp 96,5 miliar.

Sumber : KONTAN.CO.ID
160
-1.8 %
-3 %

20

BidLot

38

OffLot