Akhir Pekan, Indeks Dolar AS Menguat Tapi Catat Koreksi Terburuk Bulanan
Saturday, August 01, 2020       07:23 WIB

Ipotnews - Dolar AS naik terhadap sekeranjang mata uang utama pada penutupan perdagangam akhir pekan ini. Hal ini setelah investor mengambil kesempatan yang pendek untuk mengambil keuntungan setelah penurunan bulanan terbesar dolar AS dalam satu dekade.
Mengutip data Reuters, sabtu pukul 03.30 WIB, Indeks dolar turun 4,1% di Juli. Ini merupakan persentase penurunan bulanan terbesar sejak September 2010. Sebagian besar penyebab utama penurunan datang dalam 10 hari terakhir karena kasus virus corona baru yant melonjak di beberapa negara bagian AS. Beberapa data terbaru menunjukkan pemulihan ekonomi AS mengalami hambatan.
Pada hari Jumat, penguatan dolar juga ditopang data terbaru yang menunjukkan belanja konsumen yang disesuaikan dengan inflasi AS telah sedikit meningkat dibanding kejatuhan terdalam pada bulan April meskipun tetap di bawah level pra-pandemi.
Ini mendorong kenaikan dolar AS kemarin. Setelah indeks dolar AS meluncur ke posisi terendah 92,539, terburuk sejak Mei 2018. Indeks dolar akhirnya naik 0,6% ke level 93,377.
"Anda yang memiliki dolar, harus menghadapi kenyataan mata uang ini mengalami pelemahan yang sangat serius selama sebulan terakhir," kata Boris Schlossberg, direktur pelaksana strategi FX di BK Asset Management di New York, dikutip dari Reuters, Sabtu (1/8).
"Suku bunga turun, dan itu membuat dolar jauh kurang menarik sebagai permainan imbal hasil, tetapi (juga) pasar mulai menjadi sadar akan risiko politik dolar. "Hari ini, kita hanya melihat sedikit perlindungan, dan sedikit risiko selalu menciptakan aliran ke dolar," ujar Boris.
Pada hari Kamis (30/7), kepercayaan terhadap dolar dirusak setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkam kemungkinan menunda pemilihan Presiden AS pada 3 November mendatang.
Euro berada di USD1,1786, turun 0,51%. Mata uang itu sedikit tergerak oleh data yang menunjukkan ekonomi zona euro mencatat kontraksi terdalam di kuartal kedua. Sementara inflasi Uni Eropa secara tak terduga naik pada Juli.
Euro diperdagangkan di bawah USD1,10 baru-baru di bulan Mei. Tetapi setelah para pemimpin Uni Eropa menyetujui stimulus pemulihan ekonomi di bulan ini, mata uang Eropa kembali menguat lagi.
Pada basis perdagangan-tertimbang, euro berada pada level tertinggi sejak 2014. Penurunan dolar bulan ini telah menciptakan ruang untuk rebound dalam mata uang yang terpukul keras pada bulan Maret, ketika investor bergegas untuk keselamatan greenback karena kepanikan terhadap cengkeraman coronavirus di pasar .
Terhadap yen Jepang, dolar sebelumnya mencapai level terendah 4,5 bulan terakhir di posisi 105,77, naik 1%. Pound Inggris berada di USD 1,3097, naik 0,03% pada hari itu.
(Adhitya)

Sumber : admin

berita terbaru
Tuesday, Aug 11, 2020 - 13:24 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of IKBI
Tuesday, Aug 11, 2020 - 12:20 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of SUPR
Tuesday, Aug 11, 2020 - 12:14 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of SMRU
Tuesday, Aug 11, 2020 - 12:11 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of PANR
Tuesday, Aug 11, 2020 - 12:05 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of JIHD
Tuesday, Aug 11, 2020 - 11:29 WIB
Financial Statements 2Q 2020 of SLIS