Aliran Dana Sangat Mempengaruhi Nilai Kapitalisasi Bursa Saham - Ini Teorinya yang Terbaru
Sunday, November 07, 2021       20:01 WIB

Ipotnews - Sebuah studi baru menunjukkan adanya pengaruh antara besarnya aliran uang masuk dan keluar dari bursa saham terhadap harga saham - mungkin melebihi dari yang disadari banyak investor.
Secara khusus, satu dolar tunai dari luar bursa saham yang diinvestasikan dalam ekuitas akan menyebabkan kapitalisasi pasar gabungan dari semua saham naik sekitar USD5. Sementara itu, satu dolar yang ditarik keluar dari bursa saha akan memiliki "efek multiplier" yang berlawanan, ungkap studi tersebut seperti dikutip Tha Wall Street Journal, Sabtu (6/11).
Ini tidak berarti bahwa setiap saham individu akan naik ketika ada dana baru yang masuk ke bursa. Beberapa saham dan sektor akan naik lebih dari yang lain. Namun secara keseluruhan, menurut penelitian tersebut, investor sebagai kelompok enggan untuk menjual ekuitas mereka ketika uang masuk dari luar pasar.
Ketidakpekaan harga mereka dapat dipahami secara intuitif dengan membayangkan pasar di mana hanya ada dua investor: Jika yang pertama ingin membeli saham dengan uang tunai dari luar pasar, dan yang kedua ingin terus memiliki ekuitas tersebut, harga harus naik banyak untuk meyakinkan keduanya untuk menjual.
Kolomnis Mark Hulbert menulis, efek pengganda ini tidak ada ketika uang tunai yang digunakan untuk membeli saham berasal dari dalam bursa saham - dengan kata lain, dananya diperoleh dari hasil penjualan saham lain. Setiap peningkatan kapitalisasi pasar yang berasal dari pembelian tersebut akan diimbangi dengan penurunan yang disebabkan oleh penjualan tersebut.
Sebaliknya, teori akademis pasar yang banyak diyakini sampai sekarang, bersikeras bahwa investor sangat sensitif terhadap harga. Mereka akan sangat bersedia untuk menjual ketika harga naik. Akibatnya, arus dana ke bursa saham yang tidak memiliki relevansi dengan fundamental perusahaan, seharusnya tidak berperan. Itulah sebabnya ortodoksi akademis selama ini meyakini bahwa pengali berbasis aliran harus nol.
Studi baru yang menemukan keterkaitan yang sebaliknya, berjudul "Mencari Asal Usul Fluktuasi Keuangan: Hipotesis Pasar yang Tidak Elastis." Studi tersebut ditulis oleh Xavier Gabaix, profesor ekonomi dan keuangan di Universitas Harvard, bersama Ralph Koijen, profesor keuangan di Booth School of Business, Universitas Chicago.
Gabaix menyatakan, mereka tidak menyangkal bahwa kekuatan tradisional yang terkait dengan keuntungan, dividen, arus kas, dan minat berisiko juga berperan. Salah satu kontribusi dari penelitian baru mereka adalah menunjukkan bahwa arus kas juga memainkan peran penting dalam menjelaskan volatilitas pasar, meskipun mereka belum memiliki perkiraan seberapa signifikan peran itu.
Kontribusi lain dari hasil studi mereka adalah, menunjukkan bahwa efek multiplier berdasarkan aliran dana tidak hanya ada, tetapi juga cukup besar.
Dana tunai dan fundamental
Salah satu alasan, mengapa secara kolektif investor tidak sensitif terhadap harga, menurut mereka, adalah bahwa investor institusi besar biasanya beroperasi berdasarkan mandat yang menentukan tingkat eksposur ekuitas mereka. Sebagian besar dibatasi untuk mempertahankan proporsi yang kurang lebih konstan dari portofolio mereka dalam ekuitas.
Oleh karena itu, situasinya berbeda dengan apa yang diekspektasikan jika investor peka terhadap harga, mereka tidak secara signifikan mengurangi eksposur mereka ketika uang tunai baru masuk ke pasar dan menaikkan harga.
Alasan lain adalah psikologi investor: Kita menjadi lebih  bullish  saat harga naik - bukan berkurang. Ilustrasi adalah seberapa banyak tingkat eksposur ekuitas yang direkomendasikan oleh  stock market timers  telah meningkat, sejak mencapai titik terendah pada Maret 2020.
Menurut pelacakan Hulbert terhadap hampir 100  timers  semacam itu, rata-rata mereka benar-benar keluar dari pasar di posisi terendah, ketika Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) berada di bawah 19.000.
"Hari ini, dengan DJIA hampir dua kali lipat dari posisinya saat itu, tingkat eksposur rata-rata adalah 63%. Jika para  timers  itu lebih sensitif terhadap harga, Anda akan mengekspektasikan tingkat eksposur ekuitas mereka hari ini menjadi jauh lebih sedikit," tulis Hulbert.
Menurut Garbaix, peneliti sebelumnya gagal mendeteksi peran besar yang dimainkan oleh arus dana, karena secara mengejutkan sulit untuk mengukur arus masuk dan keluar dana dari bursa saham secara keseluruhan.
Lagi pula, untuk setiap pembeli ada penjual, dan itu membuat perbedaan besar apakah uang tunai yang digunakan untuk membeli saham berasal dari penjualan saham lain, atau dari luar pasar saham sama sekali.
Penghitungan arus dana yang komprehensif memerlukan penjaringan yang bersifat  intramarket , dan sebagian besar upaya penelitian para profesor itu dicurahkan untuk mengembangkan akuntansi semacam itu selama periode dari 1993 hingga 2018.
Banyak pihak di Wall Street sudah memperhatikan potongan-potongan teka-teki aliran dana itu secara individu. Misalnya, beberapa fokus pada arus masuk dan arus keluar dana ekuitas AS (baik reksadana maupun ETF [reksadana yang diperdagangkan di bursa]). Tapi, menurut Koijen, aliran dana dari reksadana bisa menyesatkan.
Sumber penting lainnya untuk arus dana, termasuk dari investor asing, transaksi orang dalam, dividen dan pembelian kembali saham, kontribusi untuk 401(k)s dan program pensiun, dan sebagainya. Salah satu upaya pentingt untuk penelitian di masa depan, tambahnya, adalah menyelidiki apakah aliran dana ke bursa saham secara keseluruhan dapat diprediksi.
Menjelaskan fenomena
Sementara itu, penelitian baru ini memberikan perspektif baru terhadap sejumlah fenomena pasar yang selama ini menjadi sumber kontroversi, antara lain:
o Saham yang dibeli kembali. Meskipun banyak orang di Wall Street sudah mempercayai bahwa pembelian kembali adalah  bullish , yang lain bersikeras bahwa mereka tidak memiliki dampak harga. Hasil studi terbaru ini menunjukkan mengapa pembelian kembali dapat memiliki efek multiplier pada kapitalisasi pasar gabungan semua saham.
o Stimulus pemerintah. Penelitian baru ini mengidentifikasi alat yang dapat digunakan pemerintah, yang berpotensi ampuh untuk merangsang pasar: pembelian langsung saham, yang dapat meningkatkan nilai pasar gabungan saham hingga lima kali lipat nilai dolar yang dialokasikan untuk pembelian tersebut. Meskipun pemerintah AS belum menggunakan alat semacam ini, tidak mengherankan - terutama mengingat penelitian baru ini - bila pemerintah mempertimbangkannya secara serius. (The Wall Street Journal)

Sumber : admin

berita terbaru
Saturday, Dec 04, 2021 - 15:27 WIB
Financial Statements 3Q 2021 of FOOD
Saturday, Dec 04, 2021 - 15:21 WIB
Financial Statements 3Q 2021 of FPNI
Saturday, Dec 04, 2021 - 15:17 WIB
Financial Statements 3Q 2021 of GAMA
Saturday, Dec 04, 2021 - 15:14 WIB
Financial Statements 3Q 2021 of GPRA
Saturday, Dec 04, 2021 - 15:12 WIB
Financial Statements 3Q 2021 of GSMF
Saturday, Dec 04, 2021 - 15:08 WIB
Financial Statements 3Q 2021 of HDIT
Saturday, Dec 04, 2021 - 15:05 WIB
Financial Statements 3Q 2021 of HITS
Saturday, Dec 04, 2021 - 15:00 WIB
Financial Statements 3Q 2021 of HOKI