Anak Usaha Nusantara Infrastructure Incar Proyek JORR Elevated Cikunir-Ulujami Rp 20 Triliun
Tuesday, September 21, 2021       16:33 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Nusantara Infrastructure Tbk () melalui anak usahanya, PT Marga Metro Nusantara (MMN), tengah mengincar proyek  unsolicited  pembangunan jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road ( JORR ) Elevated Cikunir - Ulujami senilai Rp 20,05 triliun. Aksi ini sejalan dengan fokus perusahaan membangun jalan tol di kawasan perkotaan.
"Kami sedang ikut partisipasi proyek  unsolicited  di JORR Elevated Cikunir-Ulujami dengan nilai investasi sekitar 10 kali lipat lebih daripada investasi di Jalan Tol Layang AP Pettarani Makassar senilai Rp 2,2 triliun," kata Direktur Utama PT Marga Utama Nusantara (MUN), anak usaha Nusantara Infrastructure, Danni Hasan, di Jakarta, Senin (20/9).
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT ) Kementerian PUPR , PT Marga Metro Nusantara dinyatakan telah lulus tahap prakualifikasi bersama konsorsium lain, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Acset Indonusa Tbk. Perusahaan yang lulus tahap prakualifikasi akan mengikuti proses pelelangan pengusahaan JORR Elevated Cikunir-Ulujami.
Danni menjelaskan, Metro Nusantara berpartisipasi pada proyek tol sepanjang 21,5 km tersebut karena kawasan perkotaan menjanjikan dari aspek ekonomi dan kebutuhannya tinggi. Selain itu, perseroan meyakini urbanisasi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan di atas 50%. "Jadi, kawasan perkotaan harus terus dikembangkan," ujar dia.
Dalam menjalankan bisnisnya, menurut Danni Hasan, Nusantara berpegang pada prinsip kehati-hatian, namun tetap berani. Buktinya, selain di perkotaan, Nusantara berani mengembangkan bisnis di luar Jawa, seperti di Sulawesi melalui proyek Jalan Layang AP Pettarani Makassar yang dioperasikan PT Makassar Metro Network (MMN), cucu usaha Nusantara Infrastructure.
"Sederhana saja, kalau kita investasi satu rupiah di Jawa dibandingkan investasi di Sulawesi atau Sumatera, tentu  income  kita lebih banyak di Jawa. Tapi, tentunya kita juga tidak egois, perusahaan harus berkontribusi kepada pemerintah. Jadi, kita bukan hanya berkontribusi investasi di Jakarta, tetapi juga di daerah-daerah," tutur dia.
Menyeimbangkan Investasi
Danni Hasan mengungkapkan, meskipun pendapatan di luar Jawa relatif lebih rendah dan investasinya lebih mahal, keberanian perusahaan berinvestasi di luar Jawa bertujuan menyeimbangkan investasi. Sedangkan investasi di Jawa, khususnya di Jakarta, karena Nusantara Infrastructure melihat distribusi jalan di Jakarta relatif lebih kecil dibandingkan pertumbuhan jumlah penduduknya.
"Jakarta itu dibangun dengan konsep  master plan  1972 dengan 5 juta penduduk. Sekarang, kita lihat jutaan orang berada di Jakarta. Jumlah penduduknya bertambah, tapi jalan tidak bertambah. Transportasi publiknya pun tidak ditambah," papar Danni.
Di samping fokus pada lini bisnis jalan tol, kata dia, Nusantara Infrastructure menggarap sektor instalasi pengolahan air bersih ( water treatment plant ), pelabuhan, energi terbarukan ( renewable energy ), dan sektor telekomunikasi. Setiap sektor bisnis strategis tersebut dikelola  sub-holding .
Danny mengemukakan, di sektor jalan tol, Nusantara Infrastructure melalui anak usahanya, PT Marga Utama Nusantara, fokus mengembangkan dan mengoperasikan jalan tol dalam kota, khususnya  urban development .
Adapun di sektor  water treatment plant , perusahaan fokus pada  industrial water plant  yang sudah tersebar di Medan, Serang, dan Tangerang. "Sedangkan di sektor  renewable energy , kami berada di Medan dan Pontianak. Lalu pengelolaan pelabuhan kami berada di Lampung. Terakhir adalah sektor telekomunikasi," ucap dia.
Nusantara Infrastructure merupakan perusahaan publik yang 75% sahamnya dimiliki Metro Pacific Tollways Corporation ( MPTC ), salah satu  member  Metro Pacific Investment Corporation, anak perusahaan First Pacific Company Limited yang berbasis di Hong Kong.

Sumber : Investor.id
138
0.7 %
1 %

1,063

BidLot

3,293

OffLot