Bagaimana Strategi Smart Beta ETF dapat Meningkatkan Kinerja Portofolio?
Friday, January 04, 2019       16:47 WIB

Klien Anda mungkin sudah pernah mendengar istilah Reksa Dana Smart Beta ETF, tetapi mungkin belum mengerti apa maksudnya. Untuk penasehat keuangan yang mencari kesempatan untuk memasukkan produk-produk Reksa Dana Smart Beta ETF ke dalam portofolio kliennya, maka penasehat keuangan harus mendesain suatu portofolio untuk klien, dan melengkapinya dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dimengerti tentang bagaimana produk Reksa Dana Smart Beta ETF dapat meningkatkan kinerja portofolio berdasarkan objektif yang telah ditetapkan klien.
Reksa Dana Smart Beta ETF pada dasarnya adalah variasi dari Reksa Dana Indeks ETF yang pasif, yang disusun berdasarkan kapitalisasi pasar (capitalization weighted index ETF) yang telah ada lebih dahulu. Sebagian besar Reksa Dana Smart Beta ETF menggunakan faktor-faktor sebagai strategi investasinya. Reksa Dana Smart Beta ETF ini dapat berfokus pada bermacam jenis faktor, termasuk diantaranya:
  1. Kualitas: yaitu strategi memilih saham-saham dari perusahaan-perusahaan yang laporan keuangannya solid, dengan neraca yang kokoh dan menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten;
  2. Nilai: yaitu strategi memilih saham-saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Value investor aktif mencari saham-saham dari perusahaan-perusahaan yang dipercaya berada di bawah nilai pasarnya.
  3. Momentum: yaitu strategi investasi yang bertujuan untuk mengkapitalisai kelanjutan dari tren yang terjadi di pasar. Pemodal yang memilih strategi investasi ini percaya bahwa pertumbuhan keuntungan (gain) yang besar dari harga suatu saham akan diikuti oleh tambahan keuntungan (gain) dan sebaliknya.
  4. Ukuran: yaitu strategi investasi yang memilih berinvestasi pada saham-saham dengan ukuran kapitalisasi pasar yang lebih kecil daripada kelompok padanannya (contoh big cap vs small cap).
  5. Volatilitas rendah: yaitu strategi investasi dalam saham-saham yang menunjukkan volatilitas di bawah rata-rata.

Pada dasarnya, Reksa Dana Smart Beta ETF dibuat berdasarkan indeksasi. Perbedaan utama antara Reksa Dana Smart Beta ETF dari produk indeksasi tradisional berdasarkan kapitalisasi pasar biasa, seperti yang umum dipakai dalam indeks LQ45 atau S&P 500 atau produk indeks standar lainnya, adalah dengan menggunakan suatu pendekatan faktor. Pemodal akan memperoleh lebih banyak paparan terhadap segmen-segmen tertentu dari suatu indeks atau kelas asset.
Dengan Reksa Dana Smart Beta ETF Pemodal dapat memfokuskan diri pada beragam sub-segmen dari suatu kelas aset, dan dapat membantu penasehat keuangan untuk memfokuskan diri pada objektif-objektif seperti mengurangi volatilitas, atau menambah kualitas keseluruhan dari portofolio yang ada. Reksa Dana Smart Beta ETF dapat dengan mudah dipergunakan bersama-sama dengan produk-produk investasi lainnya seperti produk-produk indeks tradisional, Reksa Dana yang dikelola secara aktif, atau produk investasi alternatif lainnya, termasuk saham-saham atau obligasi individual yang mungkin Anda pergunakan untuk membangun suatu strategi investasi untuk klien Anda.
Setidaknya ada empat keuntungan potential dari suatu strategi Reksa Dana Smart Beta ETF:
  1. Keuntungan portofolio yang bertambah banyak.
  2. Resiko portofolio yang berkurang.
  3. Pendapatan dividen yang bertambah.
  4. Paparan yang lebih efisien terhadap premi resiko ekuitas.

Akhir kata, portofolio-portofolio yang terdiri dari Reksa Dana indeks tradisional yang tidak dapat dijual secara 'short' (tradisional long only index funds) yang digabungkan dengan produk-produk Reksa Dana Smart Beta ETF dapat dipergunakan untuk menyetel (fine tune) suatu portofolio untuk lebih menunjukkan objektif dari klien Anda.
Oleh : Fredy Sumnedap, CFA

Sumber : IPOT