Bayan Resources (BYAN) alokasikan capex hingga US$ 190 juta di tahun ini
Wednesday, January 13, 2021       16:40 WIB

JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk () berencana untuk mengalokasikan belanja modal atau  capital expenditure  (capex) senilai US$ 170 juta sampai US$ 190 juta tahun ini.
Dalam panduan kinerja 2021 di lama resminya, manajemen merinci sebanyak 91% dari capex akan digunakan untuk bangunan dan infrastruktur, sebanyak 6% untuk peralatan dan mesin, serta 3% untuk peralatan lainnya.
Lebih lanjut, capex sebanyak US$ 115 juta tahun ini akan dialokasikan untuk percepatan pembangunan jalan pengangkutan batubara ( hauling road ) sepanjang 100 km ke Mahakam serta fasilitas pelabuhan baru. Sebanyak US$ 30 juta diperkirakan akan digunakan untuk mendapatkan ruang perkantoran.
Adapun proyek besar lain termasuk ekspansi  stockpile  di Balikpapan Coal Terminal (BCT) dan konveyor baru, pengaspalan dan peningkatan jalan pengangkutan batubara sepanjang 69 km yang sudah ada, serta berbagai penggantian peralatan penanganan batubara di berbagai lokasi ( site ).
Masih melansir panduan kinerja 2021, realisasi penjualan batubara ( unaudited ) tahun lalu mencapai 37 juta ton atau naik 27,5% dari realisasi tahun 2019 yakni 29 juta ton.
Menurut geografisnya, sebanyak 24% penjualan tahun lalu dijual ke Filipina, sebanyak 17% ke Indonesia, 14% ke Korea, 13% dijual ke India, 12% dijual ke pasar China, 11% ke pasar Malaysia, 4% dijual ke pasar Banglades, dan 5% dilempar ke pasar lainnya.
Sementara realisasi produksi  unaudited  tahun 2020 sebesar 30 juta ton, atau menurun 6,25% dari tahun sebelumnya yakni 32 juta ton.
Untuk tahun ini, memperkirakan total produksi batubara berada pada kisaran 32 juta ton hingga 34 juta ton dengan penjualan yang juga diperkirakan pada rentang 32 juta ton hingga 34 juta ton.
Sebelumnya, pada paparan publik yang digelar akhir November 2020, Direktur Bayan Resources Russel John Neil mengatakan, jumlah produksi tahun ini akan berbanding lurus dengan jumlah produksi.
Adapun produksi yang tidak naik tahun ini karena pengerjaan adanya pengerjaan  haul road . Rencana kenaikan produksi sendiri diperkirakan terjadi pada 2022, ketika proses  hauling road  sudah rampung.
Adapun manajemen menyebut tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan karena pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia sehingga memengaruhi pasar batubara secara signifikan.
Adapun pandemi masih akan berdampak negatif pada tahun ini, hanya saja efeknya akan berkurang menjelang akhir tahun.

Sumber : KONTAN.CO.ID
15,200
-2.6 %
-400 %