Binis ANTM Belum Terdampak Wabah Corona
Thursday, March 26, 2020       11:03 WIB

Ipotnews - Pandemi virus corona dan pelemahan harga komoditas menjadi salah satu perhatian utama PT Aneka Tambang Tbk ()
Menurut Senior Vice President Corporate Communication , Kunto Hendroprawoko, sampai saat ini belum ada dampak langsung yang ditimbulkan oleh virus Covid-19 terhadap operasional . Hanya saja, pandemi Corona harus diakui berdampak terhadap volatilitas harga sejumlah komoditas, salah satunya emas global.
Misalnya saja, harga emas global di pasar spot pada pukul 19.00 WIB Rabu (25/3) turun 1,49% ke level US$ 1.608 per ons troi. Padahal, sebelumnya harga emas sempat mengalami lonjakan.
Hal tersebut membuat mesti pintar-pintar melakukan upaya efisiensi. Untuk itu mengusahakan efisiensi untuk mempertahankan biaya tunai yang lebih rendah dari harga komoditas global.
Terlepas dari volatilitas harga dan penyebaran corona, bisnis penjualan emas yang dilakukan masih berjalan kondusif. Manajemen pun mengarahkan para pelanggannya untuk memaksimalkan program BRANKAS untuk kebutuhan transaksi jual beli emas batangan di situs www.brankaslm.com.
Upaya ini dilakukan seiring tidak beroperasinya sementara beberapa Butik Emas Logam Mulia di wilayah Jakarta, Makassar, Surabaya, dan Denpasar akibat Corona.
Hingga saat ini belum memiliki rencana terkait permintaan kebijakan atau insentif yang bersifat relaksasi kepada pemerintah sebagai dampak pandemi Corona.
Untuk sementara, masih melakukan kajian mendalam mengenai dampak-dampak yang ditimbulkan corona terhadap bisnis perusahaan ini. "Antam masih melakukan skenario-skenario yang mungkin terjadi sebagai dampak pandemi Covid-19," terang Kunto seperti dikutip KONTAN, Rabu (25/3)
Sebagai informasi berdasarkan data seperti dikutip CNBC Indonesia, membukukan kenaikan total pendapatan sepanjang 9 bulan pertama tahun ini. Akan tetapi, perolehan laba bersih perusahaan terkoreksi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengacu laporan keuangan Antam per 30 September 2019, mencatatkan kenaikan total pendapatan sebesar 22,98% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 24,54 triliun dari perolehan tahun lalu Rp 19,95 triliun.
Namun laba bersih periode Januari-September 2019 justru turun 11,08% secara tahunan menjadi Rp 561,19 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 631,13 miliar.
Komoditas emas menyumbang kontribusi penjualan terbesar mencapai Rp 17,03 triliun atau naik 27,26% dari sebelumnya Rp 13,38 triliun. Sedangkan dari sisi volume penjualan, emas tumbuh 19% YoY dari 22.388 kg menjadi 26.712 kg. (winardi)

Sumber : Admin
635
4.1 %
25 %

36,764

BidLot

83,608

OffLot