Bursa Pagi: Asia Berusaha Redam Kejatuhan Indeks Global, IHSG Berupaya Lanjutkan Penguatan
Tuesday, October 27, 2020       08:24 WIB

Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (27/10), dibuka di zona merah, berusaha meredam tekanan kejatuhan indeksacuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah lonjakan kasus Covid-19 di kawasan itu dan kemacetan negosiasi stimulus fiskal AS. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,28%. Harga minyak menguat pada pembukaan pasar Asia.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kemerosotan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,3%. Indeks berlanjut melorot 1,18% (-72,90 poin) ke level 6.082,70 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,5%, kendati rilis PDB Bank of Korea menunjukkan pertumbuhan 1,9% pada kuartal III dari kuartal sebelumnya. Pelemahan indeks sedikit mereda menjadi -0,19% di posisi 2.339,39.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,44% (-103,19 poin) menjadi 23.391,15, setelah dibuka melorot 0,88%, dan Topix anjlok 1,21%.
Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,32% (-78,81 poin) ke posisi 24.839,97 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga menyusut 0,32% menjadi 3.240,74.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kejatuhan indeks saham acuan di bursa sahaam global dan regional, setelah berhasil mempertahankan laju penguatan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melaju 0,62% ke level 5.144. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,32% menjadi USD18,84.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berupaya mempertahankan tren kenaikan dan berpotensi melanjutkan pola penguatan. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan indikasi penguatan lanjutan dalam tren positif, mendekati area jenuh jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, tTerkoreksinya indeks bursa global seiring melonjaknya kembali kasus Covid-19, dan meredupnya optimisme investor terhadap kesepakatan stimulus fiskal, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu laporan kinerja keuangan emiten berpeluang masih menjadi sentimen positif bagi indeks.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 5,105 dan  resistance  di level 5,185. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: (Buy). Support: Rp8,050 Resist: Rp8,200, (Buy). Support: Rp1,065 Resist: Rp1,080, (Buy). Support: Rp560 Resist: Rp590, (Buy ). Support: Rp28,600 Resist: Rp29,600.
  • ETF: (Buy). Support: Rp391, Resist: Rp397, (Buy). Support: Rp325, Resist: Rp331, (Buy). Support: Rp442, Resist: Rp448.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam, terbebenai oleh kekhawatiran pasar karena lonjakan kasus virus korona dan kemacetan negosiasi paket stimulus fiskal AS. Kasus virus korona harian di AS meningkat rata-rata 68.767 selama tujuh hari terakhir, sebuah rekor baru. Optimisme bahwa Gedung Putih dan Partai Republik akan menyepakati stimulus dengan Demokrat sebelum pemilu 3 November meredup. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa perundingan melambat, tetapi mencatat bahwa pembicaraan itu masih berlangsung. Sejumlah analis mulai khawatir kesepakatan stimulus tidak akan tercapai bahkan setelah pemilu jika Biden mengalahkan Trump.
Saham Royal Caribbean rontok hampir 10% dan Norwegian Cruise Line terperosok 8,5%. Saham United Airlines, American Airlines dan Delta anjlok lebih dari 6%. SAP, salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di Eropa, terpenggal lebih dari 20% karena memangkas perkiraan laba dan pendapatan tahun 2020. Oracle dan Microsoft merosot 4% dan 2,8%. Sementara itu Dunkin 'Brands melambung 16% setelah mengkonfirmasi tengah membahas kesepakatan akuisisi dengaan Inspire Brands dan melakukan  go private. 
  • Dow Jones Industrial Average ambles 2,29% (-650,19 poin) di level 27.685,38.
  • S&P 500 anjlok 1,86% (-64,42 poin) ke posisi 3.400,97.
  • Nasdaq Composite terperosok 1,64% (-189,35 poin) menjadi 11.358,94.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup di zona merah karena melonjaknya kasus virus korona di seluruh benua. Prancis melaporkan rekor kenaikan harian infeksi baru. Italia memerintahkan bar untuk tutup lebih awal serta menutup pusat-pusat kebigaran, dan Spanyol mengeluarkan jam malam nasional. Indeks iklim bisnis Institut Ifo Jerman periode Oktobet turun untuk pertama kalinya dalam enam bulan, mengindikasikan kemungkinan hilangnya momentum pemulihan ekonomi terbesar Eropa itu.
Indeks STOXX600 anjlok 1,81% menjadi 355,95, dipimpin kejatuhan harga saham sektor teknologi sebesar 7,4%. Saham SAP Jerman terpenggal 22%, setelah memperingatkan bisnisnya akan memakan waktu lebih lama dari ekspektasi untuk pulih dari kehancuran akibat pandemi. Saham raksasa farmasi Inggris AstraZeneca melonjak hampir 2%, setelah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkannya menghasilkan respons kekebalan yang sama baiknya pada pada orang dewasa berusaia lanjut maupun yang lebih muda.
  • DAX 30 Jerman tumbang 3,71% (-486,57 poin) ke level 12.177,18.
  • FTSE 100 Inggris terpangkas 1,16% (-68,27 poin) menjadi 5.792,01.
  • CAC 40 Prancis terjungkal 1,91% (-93,52 poin) ke posisi 4.816,12.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat, didorong aksi beli  safe haven,  di tengah melonjaknya kasus virus korona di Eropa dan AS, serta minimnya progres pada paket stimulus AS. Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis mencetak rekor harian baru untuk infeksi Covid-19, memaksa beberapa kawasan untuk memberlakukan pembatasan terbaru. Spanyol mengumumkan keadaan darurat baru dan Italiamenutup restoran dan bar pada pukul 18.00 waktu setempat. Pernyataan Oxford/AstraZeneca bahwa vaksin yang dikembangkannya berhasil meningkatkan imunitas pada lansia tidak cukup kiuat untuk mendongkrak sentimen positif di pasar keuangan.
Investor mulai meragukan ekspektasi sapu bersih kursi Kongres AS oleh Partai Demokrat. Euro tergelincir setelah indeks iklim bisnis Ifo Jerman periode Oktober, turun untuk pertama kalinya dalam enam bulan. Dolar juga menguat 0,1% terhadap yen Jepang menjadi 104,87.Indeks Dolar (Indeks DXY) yang melacak kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang utama enam negara maju, naik 0,3% menjadi 93,052.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1809

-0.0001

-0.01%

7:59 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3016

-0.0008

-0.06%

7:59 PM

Yen (USD-JPY)

104.83

-0.01

-0.01%

7:59 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7120

0.0252

+0.38%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,650.00

-10.00

-0.07%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 26/10/2020 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi merosot tajam, tertekan lonjakan kasus virus korona di AS dan Eropa. Peningkatan produksi minyak mentah di Libya dikhawatirkan akan menyebabkan kelebihan pasokan global. Sementara itu, produsen migas di Teluk Meksiko bersiap menghadapi badai lainnya, dengan menghentikan produksi karena angin kencang menguat.
National Oil Corp (NOC) Libya, mengatakan produksi minyaknya akan mencapai 1 juta bph dalam beberapa pekan mendatang, lebih cepat dari ekspektasi banyak analis, mempersulit upaya OPEC + untuk membatasi pasokan. Sekretaris Jenderal OPEC mengatakan pemulihan pasar minyak mungkin memakan waktu lebih lama dari ekspektasi karena inflasi virus korona meningkat di seluruh dunia.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,31 (-3,1%), menjadi USD40,46 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,29 (-3,2%), menjadi USD38,56 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir relatif stabil, karena kekhawatiran terhadap lonjakan kasus Covid-19 dan rivalitas dalam pemilihan presiden AS bulan depan diimbangi pemnguatan dolar AS. Harga logam berharga lainnya; perak tergelincir 1,4% menjadi USD24,25 per ounce, paladium anjlok 1,9% menjadi USD2.346,46 per ounce dan platinum merosot 3,5% menjadi USD869,83 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.904,60 per ounce.
  • Harga emas berjangka cenderung mendatar di USD1.905,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
32,050
-2.4 %
-775 %

4,466

BidLot

51

OffLot