Bursa Pagi: Dibuka Turun Asia Bergerak Naik, IHSG Bearish di Area Jenuh Jual
Friday, February 14, 2020       08:35 WIB

Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (14/2), bursa saham Asia dibuka melemah dan berlanjut menguat, berusaha melawan tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Indeks global terbebani oleh lonjakan korban setelah otoritas kesehatan China mengubah sistem tabulasi kasus terinfeksi virus korona. Indeks MSCI Asia, ex-Jepang melemah 0,06%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan mendatar indeks ASX 200, Australia di kisaran level 7.105. Indeks berlanjut menguat 0,19% (13,50 poin) ke posisi 7.116,70 pada pukul 8:20 WIB.Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,21% dan berlanjut menguat 0,16% menjadi 2.236,54.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,60% (-142,07 poin) ke level 23.685,66, setelah dibuka melorot 0,65%, dan Topix merosot 0,62%. Saham Fast Retailing anjlok 1,77% dan Nissan longsor 6% karena memangkas perkiraan operasi tahunan lebih dari 40%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah, berkurang 0,11% (-31,44 poin) menjadi 27.698,56 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,21% ke posisi 2.899,87.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah kemarin gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau dan ditutup turun 0,7% ke level 5.871. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 1,87% menjadi USD24,11.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan tren  bearish menjauhi level 5.900. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal perlambatan momentum pergerakan yang mengindikasikan adanya potensi  bearish continuation  di area jenuh jual.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan melonjaknya jumlah terinfeksi dan korban meninggal dari virus corona yang berpotensi terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Turunnya harga CPO diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 5.820 dan  resistance  di level 5.920.Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: (Buy, Support: Rp10.650, Resist: Rp10.950), (Buy, Support: Rp1.580, Resist: Rp1.635), (Buy, Support: Rp980, Resist: Rp1.035), (Buy, Support: Rp2.540, Resist: Rp2.630).
  • ETF: ( SELL , Support: Rp300, Resist: Rp310), ( SELL , Support: Rp585, Resist: Rp591), ( SELL , Support: Rp525, Resist: Rp531).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, tertekan oleh lonjakan kasus virus korona yang dilaporkan dan kemungkinan dampak ekonomi dari wabah tersebut. Otoritas kesehatan di Provinsi Hubei mengubah cara tabulasi jumlah kasus yang sebelumnya "didiagnosis secara klinis" menjadi "kasus yang dikonfirmasi", sehingga terjadi lonjakan korban virus korona sebesar 15.152 kasus baru dan 254 kematian tambahan. Total korban tewas menjadi 1.367, korban yang terinfeksi melonjak menjadi hampir 60.000. Klaim pengangguran mingguan AS naik tipis, tetapi tetap mendekati posisi terendah multi-dekade. Indeks Harga Konsumen AS periode Januari naik 2,5% (yoy).
Saham sektor industri melorot 0,7%, dan sektor perawatan kesehatan turun 0,5%. United dan American Airlines anjlok 1%, Wynn Resorts dan Las Vegas Sands terjungkal lebih dari 2%. Saham Microsoft merosot sekitar 0,5%, Cisco Systems rontok lebih dari 5% setelah melaporkan penurunan pendapatan secara keseluruhan. Sementara itu, saham PepsiCo, Alibaba dan Applied Materials semuanya melaporkan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,43% (-128,11 poin) ke level 29.423,31.
  • S&P 500 berkurang 0,16% (-5,51 poin) menjadi 3.373,94.
  • Nasdaq Composite 0,14% (-13,99 poin) ke posisi 9.711,97.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di teritori negatif terpengaruh lonjakan penyebaran virus korona di China, karena perubahan cara pengklasifikasian kasus infeksi virus korona. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, Rabu, mengatakan virus korona baru, "jelas lebih berdampak" pada ekonomi dunia ketimbang epidemi SARS 2002-2003. Wabah itu menyebabkan penutupan pabrik dan bisnis di China, yang mengakibatkan peningkatan permintaan kredit.
Indeks STOXX 600 melemah 0,02% menjadi 431,08, dipimpin kejatuhan harga saham minyak dan gas hampir 1%. Saham Credit Suisse sedikit menguat setelah melaporkan kinerja keuangan terbaru yang mengalahkan ekspektasi. Perusahaan asuransi NN Group, melesat 11% karena melaporkan peningkatan 10% hasil operasi setahun penuh. Perusahaan kimia Clariant melejit sekitar 4%, setelah mengumumkan akan memangkas 600 pekerjaan. Saham Centrica anjlok 15% karena merugi USD1,3 miliar di 2019.
  • FTSE 100 Lonodn anjlok 1,09% (-82,34 poin) ke level 7.452,03.
  • DAX 30 Frankfurt turun tipis 0,03% (-4,35 poin) di posisi 13.745,43.
  • CAC 40 Paris berkurang 0,19% (-11,59 poin) menjadi 6.093,14.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit menguat, di tengah kejatuhan euro ke posisi terendah lebih dari dua tahun terhadap dolar. Kekhawatiran tentang kenaikan tajam jumlah kasus baru wabah virus korona di China mendorong investor untuk mencari aset AS yang dinilai lebih baik untuk menghadapi dampak ekonomi dari virus tersebut ketimbang zona euro.
Ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap rendah, dan akan memberikan akomodasi lebih banyak jika virus korona membahayakan ekonomi global, mendorong minat terhadap aset bersiko dan dapat mengurangi kemungkinan aksi jual yang tajam di pasar ekuitas. Sementara itu, rilis harga pokok konsumen AS meningkat pada Januari menjadi 2,5%, mendukung proyeksi Federal Reserve bahwa inflasi akan secara bertahap naik menuju target 2%. Indeks dolar AS menguat 0,02% menjadi 99,067.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0839

-0.0002

-0.02%

6:31 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3045

-0.0001

-0.01%

6:31 PM

Yen (USD-JPY)

109.80

-0.02

-0.02%

6:31 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9772

0.0052

+0.07%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,694.00

20.00

+0.15%

--

Sumber : Bloomberg.com, 13/2/2020 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Investor berharap produsen terbesar dunia akan memangkas produksi lebih banyak, dan sebagian besar mengabaikan perkiraan permintaan yang merosot akibat wabah virus korona di China. OPEC menurunkan proyeksi permintaan minyak tahun ini sebesar 200.000 barel per hari, mendorong ekspektasi bahwa OPEC + juga bakal memangkas produksi lebih lanjut.
Permintaan minyak di China, anjlok karena pembatasan perjalanan dan karantina. Pengilangan minyak China National Chemical Corp akan menutup pabrik berkapasitas 100.000 bph dan memangkas pengolahan di dua kilang lainnya karena penurunan permintaan bahan bakar. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak pada kuartal pertama akan turun untuk pertama kalinya dalam 10 tahun sebelum naik di kuartal kedua. Lembaga itu memangkas proyeksi pertumbuhan global setahun penuh menjadi 825.000 bph.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 55 sen (0,99%), menjadi USD56,34 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 25 sen (0,5%), menjadi USD51,42 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, terangkat peningkatan tajam dalam jumlah kasus virus korona di China, sehinggamendorong investor untuk mencari aset berisiko lebih rendah. Harga emas juga didukung pelonggaran kebijakan bank sentral global. Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, menegaskan kembali kepercayaannya pada prospek ekonomi AS, meski ada beberapa hambatan "segera" dari situasi virus korona. Harga logam mulai lainnya; palladium melesat 1,2% menjadi USD2.434,56 per ounce, perak melejit 1,1% menjadi USD17,65, dan platinum naik 0,9% menjadi USD969,37.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1.575,75 per ounce.
  • Harga emas berjangka naik 0,47% menjadi USD1.579,1 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

berita terbaru
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:08 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of AKKU
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:03 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of IATA
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:58 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of CTTH
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:52 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of BCIP
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:47 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of LAND
1,545
-1.6 %
-25 %

820

BidLot

148,867

OffLot