Bursa Pagi: Global-Regional Bervariasi, Kondisi Jenuh Beli Bebani Laju IHSG
Wednesday, June 12, 2019       08:28 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (12/6) dibuka bervariasi, berusaha keluar dari tekanan pelemahan indeks di bursa saham Wall Street yang gagal melanjutkan tren kenaikan di bursa saham utama Eropa. Investor melakukan aksi ambil untung, sambil menunggu perkembangan perundingan dagang AS-China dan rilis data ekonomi AS.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,29%, dengan menempatkan sebagian besar indeks saham sektoral di zona hijau. Indeks berlanjut naik 0,48% (31,60 poin) ke level 6.577,90 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,13% (26,64 poin) menjadi 21.230,92, setelah dibuka sedikit melemah, dan indeks Topix turun 0,18%, di tengah kejatuhan harga saham Softbank Gorp lebih dari 2,5%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,22%, diwarnai kenaikan harga saham LG Chen 0,29%, dan berlanjut mereda 0,08% di posisi 2.113,54.
Namun indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,67% (-186,22 poin) ke level 27.603,12 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,32% menjadi 2.916,43.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup menguat 0,26% menjadi 6.305, dan investor asing membukukan pembelian bersih Rp241,50 miliar.
Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini, masih berpotensi melanjutkan pola  uptrend  jangka panjang dengan dibayangi tekanan  profit taking . Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya tekanan pelemahan di area jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan menguatnya sebagian besar harga komoditas seperti minyak mentah, CPO, nikel dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu kembali masuknya aliran dana asing ke pasar juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis positif. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support  di level 6.270 dan  resistance  di level 6.340.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, anatara lain;
  • Saham: (Buy, Support: Rp885, Resist: Rp940), (Buy, Support: Rp268, Resist: Rp288), (Buy, Support: Rp1.220, Resist: Rp1.440), (Buy, Support: Rp2.560, Resist : Rp2.600).
  • ETF: (Buy on Weakness, Support: Rp709, Resist: Rp718), (Buy on Weakness, Support: Rp520, Resist: Rp525), (Buy on Weakness, Support: Rp402, Resist: Rp407).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir sedikit melemah, mengakhiri penguatan Dow selama enam sesi beruntun karena berlarutnya kekhawatiran tentang perselisihan perdagangan AS-China. Indeks saham sempat melesat di awal sesi merespon resolusi Meksiko-AS untuk menghindari tarif impor dan harapan suku bunga yang lebih rendah dari Federal Reserve.
Ekspektasi pasar untuk suku bunga yang lebih rendah pada Juli mencapai sekitar 78%, menurut FedWatch CME Group. Investor juga menilai kemungkinan 97,1% untuk suku bunga yang lebih rendah pada Desember. Namun laju indeks yang terlalu cepat dalam kondisi yang belum pasti, mendorong investor untuk menahan diri, dan mulai merealisasikan keuntungan saham.
  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,05% (-14,17 poin) di posisi 26.048,51.
  • S&P 500 berkurang 0,04% (-1,01 poin) di level 2.885,72.
  • Nasdaq Composite turun tipis 0,01% (-0,60 poin) menjadi 7.822,57.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,62% menjadi USD25,81.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akanmengenakan tarif tambahan terhadap impor barang China, jika Presiden Xi Jinping tidak menghadiri pertemuan G-20 bulan ini. Indeks STOXX 600 naik 0,69% menjadi 380,89, dipimpin kenaikan harga saham sektor sumber daya alam sebesar 2,8%, dan sektor otomotif sebesar 1,7%. Trump dijadwalkan bertemu Xi di KTT G-20, 28-29 Juni di Osaka, Jepang.
Saham otomotif Jerman, termasuk BMW, Daimler dan Volkswagen, melesat setelah AS menangguhkan rencana penerapan tarif impor barang Meksiko. Inggris memulai kontestasi untuk menggantikan PMTheresa May, dengan sepuluh kandidat untuk posisi kepemimpinan Partai Konservatif. Data tingkat upah di Inggris dalam tiga bulan hingga April lalu, mengalahkan proyeksi. Pertumbuhan lapangan kerja melambat, meski angka pengangguran bertahan di level terendah sejak 1975.
  • FTSE 100 London naik 0,31% (22,91 poin) menjadi 7.398,45.
  • DAX 30 Frankfurt melonjak 0,92% (110,43 poin) ke level 12.155,81.
  • CAC 40 Paris meningkat 0,48 persen (25,95 poin) ke posisi 5.408,45.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah,investor fokus pada perang dagang AS-China dan data ekonomi untuk sinyal pertumbuhan. Sentimen risiko membaik, setelah AS bersepakat dengan Meksiko, akhir pekan lalu. Namun, ketegangan antara AS-China dan upaya Trump untuk mengenakan tarif terhadap Jepang dan Eropa terus membebani sentimen risiko.
Trump juga menuduh Eropa mendevaluasi mata uang tunggal zona euro, sehingga menempatkan AS pada posisi yang tidak menguntungkan. Investor khawatir perang perdagangan bakal menekan pertumbuhan global, dan meningkatkan kemungkinan Federal Reserve harus menurunkan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan. Rilis indeks harga produsen AS periode Mei naik untuk bulan kedua berturut-turut, meski tekanan harga melambat. Indeks dolar turun 0,08% menjadi 96,668.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1327

0.0001

+0.01%

7:19 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2723

-0.0002

-0.02%

7:19 PM

Yen (USD-JPY)

108.55

0.03

+0.03%

7:19 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9114

-0.0197

-0.28%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,238.50

-11.50

-0.08%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/6/2019 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak relatif stabil, meski terbebani kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Ekspektasi OPEC dan sekutunya akan memperpanjang kesepakatan pembatasan pasokan , mendukung harga minyak.
Jelang pertemuan OPEC + awal Juli nanti, Menteri Energi Rusia, Alexander Novak, mengindikasikan akan mendukung perpanjangan kesepakatan tersebutRilis data American Petroleum Institute menyebutkan stok minyak mentah AS secara tak terduga naik 4,9 juta barel sepanjang pekan lalu menjadi 482,8 juta barel. Badan Informasi Energi AS memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia 2019 sebesar 160.000 barel per hari menjadi 1,22 juta barel per hari.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent bergeming di posisi USD62,29 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 1 sen menjadi USD53,27 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir sedikit menguat, namun melemah di pasar spot. Investor melakukan  profit taking  ,    memanfaatkan kenaikan harga emas selama beberapa pekan terakhir karena menguatnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Investor saat ini optimistis, Trump juga akan mengesampingkan ancaman pemberlakukan tarif tambahan pada barang China, setelah menangguhkan rencana penerapan tarif pada Meksiko. Harga logam mulia lainnya bergerak variatif, perak naik 0,6% menjadi USD14,75 per ounce, platinum naik hampir 1% menjadi USD809,50, palladium menguat 0,9%di posisi USD1.395,01.
  • Harga emas di pasar spot sedikit melemah menjadi USD1.327,41 per ounce.
  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD1.328,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

berita terbaru
Tuesday, Jun 18, 2019 - 18:43 WIB
Hasil RUPS Juni 2019 TAXI
Tuesday, Jun 18, 2019 - 18:21 WIB
Kinerja Moncer, MDKA Alokasikan Capex USD160 Juta
Tuesday, Jun 18, 2019 - 18:17 WIB
Terkendala Beban Utang, BUMI Tak Tebar Dividen
Tuesday, Jun 18, 2019 - 17:31 WIB
Evening Update 2019/06/18
Tuesday, Jun 18, 2019 - 17:29 WIB
Mahar Kawin dengan Reksa Dana? Bisa Banget
Tuesday, Jun 18, 2019 - 17:07 WIB
Financial Statements 1Q 2019 of RELI
1,355
2.7 %
35 %

1,740

BidLot

2,975

OffLot