Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Melemah, Berpotensi Hambat Laju IHSG
Tuesday, May 21, 2019       08:34 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (21/5) dibuka  mixed  cenderung melemah ,  berusaha melawan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, yang tertekan oleh kejatuhan harga saham teknologi karena memanasnya kembali sengketa dagang AS-China terkait sanksi AS terhadap Huawei .
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,47%, pasar menunggu rilis hasil rapat kebijakan Mei Reserve Bank of Australia. Indeks berlanjut turun 0,30% (-19,20 poin) menjadi 6.456,90 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang juga turun 0,36% (-76,32 poin) ke posisi 21.225,41, setelah dibuka menyusut 0,29%, indeks Topix juga dibuka melorot 0,54%, diwarnai kejatuhan harga saham Fanuc sebesar 1,42%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,55%, Samsung Electronics melesat lebih dari 3%, dan berlanjut naik 0,60% ke level 2.068,00.
Mengikuti tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,42% (-116,21) menjadi 27.671,40. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,10% di posisi 2.867,71.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung melemah, setelah berhasil keluar dari tekanan aksi jual asing pada sesi perdagangan kemarin. IHSG ditutup melonjak 1,38% ke level 5.907, investor asing membukukan aksi jual bersih Rp642,81 miliar.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung melanjutkan proses kenaikan di fase konsolidasi, mendekati level 6.000. Secara teknikal, indeks memberikan sinyal penguatan lanjutan di area jenuh jual, namun masih mengindikasikan adanya potensi pelemahan.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global seiring dengan turunnya sejumlah saham sektor teknologi akibat sanksi AS terhadap perusahaan telekomunikasi China, Huawei, serta terkoreksinya beberapa harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu keluarnya hasil resmi pemilihan umum yang sesuai dengan hasil  quickcount  dan survei sebelum pemilu diprediksi akan menjadi sentimen positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang  support  di level 5.830 dan  resistance  di 5.980.
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham : (Buy, Support: Rp1.785, Resist: Rp1.900), (Buy, Support: Rp2.540, Resist: Rp2.760), (Buy, Support: Rp25.900, Resist: Rp27.900), (Buy, Support: Rp8.100, Resist : Rp8.750).
  • ETF: (Buy, Support: Rp484, Resist: Rp501), (Buy, Support: Rp468, Resist: Rp485), (Buy, Support: Rp493, Resist: Rp512).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah, terseret kejatuhan harga saham perusahaan teknologi setelah Google mulai memutuskan hubungan dengan raksasa telekomunikasi China, Huawei, di tengah perang dagang AS-China. Sepanjang bulan ini Nasdaq terpenggal 4.95%, S&P 500 dan Dow Jones terjerembab 3.6% dan 3,4%. Saham Alphabet merosot 2%, saham perusahaan  chip  seperti Micron Technology, Skyworks Solutions, dan Qualcomm semuanya jatuh.
Saham Apple, Nvidia, Advanced Micro Devices anjlok 3%, Lam Research terperosok 5.4%, Micron Technology tergerus 4% dan Qualcomm terjungkal 6%. Sebaliknya, saham Sprint melambung 18,8% dan T-Mobile melejit 3,9% setelah Komisi Komunikasi Federal mengumumkan dukungannya terhadap merger perusahaan tersebut, meskipun Departemen Kehakiman AS kemungkinan akan menentang kesepakatan tersebut. Ford tergelincir 0,1% karena mengumumkan rencana pemangkasan 7.000 pekerjaan.
  • Nasdaq Composite anjlok 1,46% (113,91 poin) ke level 7.702,38.
  • Dow Jones Industrial Average turun 0,33% (-84,10 poin) menjadi 25.679,90.
  • S&P 500 melorot 0,67% (-19,30 poin) ke posisi 2.840,23.

Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 1,57% menjadi USD22,71.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup merosot, terpukul oleh tekanan AS terhadap raksasa telekomunikasi China, Huawei. Indeks STOXX 600 anjlok 1,06% menjadi 377,46, dipimpin kejatuhan harga saham teknologi yang terpangkas hampir 3%. Presiden AS Donald Trump pekan lalu memasukkan Huawei ke daftar hitam perdagangan, memblokirnya dari pembeli teknologi AS tanpa persetujuan khusus. Sejumlah raksasa teknologi AS dilaporkan menjauhkan diri dari perusahaan tersebut. Pabrikan  chip  terbesar Eropa, Infineon dilaporkan juga menangguhkan pengiriman ke Huawei, yang mengakibatkan aksi jual saham perusahaan Jerman itu. Saham AMS rontok lebih dari 13%.
Saham wisata dan perjalanan tergelincir 1,5%, karena laporan keuangan setahun penuh yang mengecewakan dari Ryanair.
Saham Ryanair terjungkal hampir 5%, Air France-KLM dan Easyjet terpangkas sekitar 3%. Saham Deutsche Bank menyusut lebih dari 3% setelah  New York Times  melaporkan, spesialis anti-pencucian uang di bank Jerman itu merekomendasikan beberapa transaksi pada 2016 dan 2017 yang melibatkan entitas yang dikendalikan oleh Presiden Trump dan menantunya, agar dilaporkan ke pengawas kriminal keuangan federal.
  • FTSE 100 London turun 0,51% (-37,74 poin) menjadi 7.310,88.
  • DAX 30 Frankfurt terjerembab 1,61% (-197,65 poin) ke level 12.041,29.
  • CAC 40 Paris terperosok 1,46% (-79,64 poin) ke posisi 5.358,59.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit melemah. Investor masih menahan diri menunggu perkembangan negosiasi perdagangan AS-China, pidato pimpinan The Fed, Senin, dan rilis risalah pertemuan Federal Reserve tentang kebijakan suku bunga, Rabu besok. Pasar mengabaikan tuduhan China bahwa AS menjauhkan ekspektasi untuk kesepakatan perdagangan dengan menyoroti tindakan Washington terhadap raksasa teknologi China, Huawei. Pernyataan beberapa anggota The Fed yang beragam, Senin, berkontribusi pada berkurangnya keyakinan pasar. Indeks dolar AS melemah 0,06% menjadi 97.933.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1171

0.0005

+0.04%

7:32 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2730

0.0004

+0.03%

7:32 PM

Yen (USD-JPY)

110.09

0.03

+0.03%

7:31 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9123

-0.0056

-0.08%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,455.00

5.00

+0.03%

4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/5/2019 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak variatif, melesat ke level tertinggi multi-pekan sebelum menyusut di akhir sesi. OPEC mengindikasikan kemungkinan untuk mempertahankan pemangkasan produksi, dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendukung kenaikan harga lebih lanjut. Data OPEC menunjukkan persediaan minyak di negara maju naik 3,3 juta barel per bulan pada periode Maret, atau 22,8 juta barel di atas rata-rata lima tahun.
  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 34 sen menjadi USD63,10 per barel.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 24 sen menjadi USD71,97 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup sedikit menguat, pulih dari level terendah sejak 3 Mei, di level USD1.273,22 per ounce, karena pasar ekuitas melorot menjelang rilis risalah rapat terakhir The Fed. Kendati bursa ekuitas melemah, posisi indeks dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi dua pekan, menahan kenaikan harga emas. Harga perak naik 0,5% menjadi USD14,47, platinum naik 0,1% di posisi USD812,40, dan palladium melonjak 1,5% menjadi USD1.329,90 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.278,41 per ounce.
  • Harga emas berjangka naik USD1,50 menjadi USD1.282,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
24,725
3.8 %
900 %

2,513

BidLot

2,138

OffLot