Bursa Pagi: Lawan Pelemahan Global, Asia Dibuka Menguat, Redam Tekanan Koreksi IHSG
Thursday, June 23, 2022       08:25 WIB

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (23/6), dibuka cenderung menguat, berusaha melawan tren pelemahan indeks acuan pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Pasar terus mengkhawatirkan kemungkinan resesi global, setelah Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell menegaskan kembali rencana The Fed untuk secepatnya meredam inflasi AS, di hadapan Kongres AS.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka menguat 0,16%. Indeks berlanjut naik 0,59% (38,2 poin) menjadi 6.546,7 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit melemah 0,03%, dan berlanjut meningkat 0,64% ke posisi 2.357,9.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 0,96% (250,58 poin) ke level 26.400,13, setelah dibuka naik 0,76%.
Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka di zina hijau, melonjak 1,2% (251,23 poin) ke level 21.259,57 pada pukul 8:45 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,32% menjadi 3.277,65.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan yang berbeda arah di bursa saham global dan regional. IHSG gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemari, dan ditutup merosot 0,85% ke level 6.984.
Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange juga melorot 0,74% ke posisi USD22,90.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini kemungkinan masih akan tertekan. Sejumlah indikator pergerakan indeks mengindikasikan kondisi  bearish , berpeluang melanjutkan proses koreksi, dengan rentang  support-resistance  di level 6.888-7.074.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan indeks di bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif hari ini. Sementara itu penurunan signifikanharga komoditas minyak mentah, CPO, nikel dan timah diprediksi menjadi tambahan sentimen negatif untuk IHSG . Investor juga akan mencermati pengumuman keputusan suku bunga acuan BI pada hari ini.
IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan  support  di level 6.920 dan  resistance  di level 7.050. Beberapa ekuitas yag dicermati, antara lain;
  • Saham: (Buy). Support: Rp2,980, Resist: Rp3,080, (Buy). Support: Rp960, Resist: Rp990, (Buy on Weakness) Support: Rp645, Resist: Rp670, (Buy on Weakness) Support: Rp2,830, Resist: Rp2,890.
  • ETF: (Buy on Weakness). Support: Rp993,Resist: Rp1,005, (Buy on Weakness). Support: Rp558, Resist: Rp568, (Buy on Weakness). Support: Rp521, Resist: Rp531.

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir sedikit melemah, pasar berjuang untuk mempertahankan  rebound  dari awal sesi. Trader juga mempertimbangkan komentar Chairman The Fed Jerome Powell di hadapan Komite Perbankan Senat AS, yang menegaskan sikap bank sentral untuk bergerak cepat menurunkan inflasi. Mencapai  soft landing  bagi ekonomi tanpa resesi menjadi "jauh lebih menantang."Kekhawatiran resesi masih menghantui pasar.
Citigroup meningkatkan peluang resesi global menjadi 50%. Goldman Sachs meyakini resesi menjadi semakin mungkin bagi AS. Sementara UBS tidak memperkirakan resesi AS atau global pada 2022 atau 2023, "tetapi jelas bahwa risiko  hard landing   meningkat." Saham energi terpukul karena harga minyak jatuh, terperosok 4,2%. Marathon Oil dan ConocoPhillips rontok 7,2% dan 6,3%. Occidental Petroleum dan Exxon Mobil anjlok 3,6% dan 4%.
  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,15% (-47,12 poin) menjadi 30.483,13.
  • S&P 500 berkurang 0,13% (-4,90 poin) di posisi 3.759,89.
  • Nasdaq Composite menyusut 0,15% (-16,22 poin) di level 11.053,08.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona merah. Volatilitas global berlanjut, membalikkan keuntungan sesi sebelumnya. Sentimen pasar global bergeser negatif di tengah kekhawatiran lonjakan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Rilis data inflasi Mei di Inggris mencapai level tertinggi 40 tahun sebesar 9,1% (yoy) karena melonjaknya harga makanan dan energi. Harga minyak berjangka menukik lebih dari 3% pada sesi petang di Eropa.
Indeks STOXX 600 turun 0,7% menjadi 405,74, dipimpin kejatuhan harga saham sumber daya dasar hingga 5%. Saham Voestalpine rontok hampir 13% setelah JPMorgan memangkas penilaian perusahaan baja dan teknologi Austria itu dari "overweight" menjadi "underweight." Pengecer Inggris JD Sports melesat 6% setelah merilis lonjakan laba tahunan.
  • DAX 30 Jerman anjlok 1,11% (-148,12 poin) ke level 13.144,28.
  • FTSE 100 Inggris merosot 0,88% (-62,83 poin) menjadi 7.089,22.
  • CAC 40 Prancis melorot 0,81% (-48,03 poin) ke posisi 5.916,63.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir turun, karena imbal hasil US Treasury tergelincir. Kekhawatiran ekonomi AS akan terperosok ke dalam resesi menguat, setelah Jerome Powell mengatakan suku bunga yang lebih tinggi merupakan cara terbaik memperlambat inflasi. The Fed tidak mencoba untuk merekayasa resesi, tetapi berkomitmen penuh mengendalikan inflasi bahkan jika berisiko penurunan ekonomi.
Suku bunga yang lebih tinggi memperkuat dolar tetapi euro menguat dalam beberapa hari terakhir karena rencana ECB untuk menaikkan suku bunga guna menghambat inflasi. Poundsterling melemah. Inflasi harga konsumen Inggris mencapai level tertinggi 40 tahun di 9,1% pada periode Mei. Yen melanjutkan pelemahannya. Indeks Dolar (Indeks DXY), turun 0,23% menjadi 104,197.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0567

0.0001

+0.01%

7:03 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2263

-0.0003

-0.02%

7:03 PM

Yen (USD-JPY)

136.1700

-0.0900

-0.07%

7:04 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7023

0.0128

+0.19%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

14,862.50

50.000

+0.34%

3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 22/6/2022 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup terperosok sekita 3%. Investor mengkhawatirkan kenaikan suku bunga The Fed akan mendorong ekonomi AS ke dalam resesi. Data API mengindikasikan stok minyak mentah AS naik sekitar 5,6 juta barel pekan lalu, persediaan bensin meningkat 1,2 juta barel, sementara stok sulingan turun sekitar 1,7 juta barel.
Kejatuhan harga minyak sedikit terhambat karena Presiden AS Joe Biden meminta Kongres untuk meloloskan penangguhan pajak bensin selama tiga bulan dan memberikan bantuan sementara bagi keluarga AS pada musim panas ini. Badan Energi Internasional mengatakan, dana senilai USD2,4 triliun yang akan diinvestasikan secara global pada sektor energi tahun ini, termasuk energi terbarukan, tetapi tidak mampu menutupi kesenjangan.
  • Harga minyak berjangka Brent anjlok USD2,91 (-2,5%) ke USD111,74 per barel.
  • Harga minyak berjangka WTI merosot USD3,33 (-3%) ke USD106,19 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi berakhir menguat. Pelemahan imbal hasil US Treasury dan dolar AS mendukung daya tarik emas di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi. Menambah kekhawatiran ekonomi, melonjaknya harga pangan mendorong inflasi harga konsumen Inggris ke level tertinggi 40 tahun pada Mei.
Investor juga mencermati kesaksian Jerome Powell di depan Kongres AS, yang menyatakan The Fed "berkomitmen kuat" untuk menurunkan inflasi dan kenaikan suku bunga di masa mendatang akan terus bergantung pada data. Harga logam berharga lannya; perak turun 0,9% menjadi USD21,46 per ounce, platinum melorot 0,9% menjadi USD928,97, sementara paladium berkurang 0,4% menjadi USD1.869,43.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi USD1.840,39 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS mendatar di posisi USD1.838,4 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
2,910
-1.0 %
-30 %

4

BidLot

1,027

OffLot