Bursa Saham Eropa Bergerak Naik, Inggris Tunjukkan Sinyal Pemulihan Resesi
Friday, April 12, 2024       19:26 WIB

Ipotnews - Bursa saham Eropa menguat pada perdagangan sesi Jumat (12/4) siang, di London. Investor mencermati data ekonomi Inggris dan prospek inflasi AS yang agak suram.
Laman CNBC melaporkan, indeks saham utama Eropa menghijau. Indeks STOXX 600 pan-Eropa meningkat 0,92% menjadi 509,2. Semua sektor dan bursa utama berada di teritori positif.
Saham-saham pertambangan memimpin kenaikan, melesat hingga 2,8%, sementara utilitas melaju 1,2%.
Indeks FTSE 100, Inggris melonjak 1,31% (103,52 poin) ke level 8.027,32. DAX 40 Jerman meningkat 0,81% (145,78 poin) ke posisi 18.100,26, dan CAC 40 naik 0,78% (62,55 poin) menjadi 8.086,29.
Data output ekonomi Inggris yang diterbitkan Kantor Statistik Nasional, hari ini, menunjukkan peningkatan sebesar 0,1% secara bulanan di Februari lalu, sesuai ekspektasi. Hal ini merupakan sinyal bangkitnya kembali pertumbuhan ekonomi yang cenderung lesu pada tahun ini.
Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis kemarin, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga stabil untuk pertemuan kelima berturut-turut. ECB juga memberikan sinyal paling jelas mengenai penurunan suku bunga, meskipun ada ketidakpastian mengenai langkah Federal Reserve AS selanjutnya.
Di Amerika Serikat, investor mencerna data inflasi terbaru untuk mencari petunjuk kapan tepatnya bank sentral AS akan mulai memangkas suku bunga.
Rilis indeks harga produsen (IHP) periode Maret dari Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS, yang melacak harga pada tingkat grosir, Kamis kemarin, terlihat lebih rendah dari perkiraan. Indeks IHP naik 0,2%, lebih rendah dari perkiraan konsensus Dow Jones sebesar 0,3%, dan tidak sebesar kenaikan 0,6% pada Februari lalu.
Data tersebut memberikan dorongan bagi investor yang mengharapkan dimulainya pelonggaran kebijakan The Fed, meskipun data tersebut muncul hanya satu hari setelah laporan inflasi konsumen bulan Maret yang lebih tinggi dari perkiraan. Rilis data IHK sebelumnya, memicu kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya tetap tinggi.
Asia ditutup lebih rendah
Bursa saham Asia mengakhiri sesi perdagangan hari ini dengan cenderung menurun. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penurunan, anjlok sekitar 2% ke level 16.721,69. Indeks CSI 300 China daratan melorot 0,81%, ditutup pada 3,475.84.
Indeks terpukul oleh rilis data ekspor China periode Maret yang turun hingga 7,5% jauh melebihi perkiraan penurunan 2,3% oleh para ekonom yang disurvei Reuters.
Produk domestik bruto Singapura pada kuartal pertama naik 2,7% YoY, menurut perkiraan awal, lebih cepat dari pertumbuhan 2,2% yang tercatat pada kuartal terakhir tahun 2023. Bank sentral Singapura mempertahankan kebijakan moneternya tetap stabil, tidak mengubah cakupan dan tingkat kebijakannya.
Sementara itu, tingkat pengangguran Korea Selatan pada Maret lalu naik menjadi 2,8%. Indeks Kospi merosot 0,93% ke posisi 2,681.82. Tapi indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 0,28% menjadi 860,47, setelah bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah pada 3,5%, tertinggi dalam 15 tahun.
Nikkei 225 Jepang juga naik 0,21% menjadi 39,523.55, sedangkan Topix berbasis luas naik 0,46% dan berakhir pada 2,759,64. Nili tukar yen terhadap dolar AS terus melemah, mencapai level 153,29.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tergelincir 0,33% dan berakhir di 7,788.1. ( CNBC )

Sumber : Admin

berita terbaru