Bursa Sore: Cemas Krisis Properti Evergrande Berkurang, Saham Asia Tetap Lesu Tetapi IHSG Melaju  
Wednesday, September 22, 2021       15:54 WIB

Ipotnews - IHSG terdorong naik ke zona penguatan pada penutupan perdagangan hari Rabu (22/9). Indeks menguat 47 poin atau sebesar 0,78 persen ke posisi 6.108.
Indeks LQ45 +1,23% ke 862.
Indeks IDX30 +1,26% ke 458.
Indeks IDX80 +1,16% ke 123.
Jakarta Islamic Indeks (JII) +1,17% ke 541.
Indeks Kompas100 +1,11% ke 1.083.
Indeks Sri Kehati +1,35% ke 327.
Indeks SMInfra18 +1,40% ke 295.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp13,94 triliun. Volume perdagangan sebanyak 224,47 juta lot saham. Investor asing net buy Rp495,73 miliar. Rupiah melemah 0,04 persen terhadap USD ke kevel Rp14.242 (03.30 PM).
Bursa Asia
Pelemahan Market saham Asia sedikit tertahan saat trading sesi sore pada perdagangan hari Rabu (22/9) setelah manajemen emiten properti China, Evergrande mengatakan akan membayar kupon obligasi, mengurangi kegelisahan pasar terkait krisis properti di China. Namun keputusan kebijakan moneter the Fed yang sedang ditunggu membayangi sehingga membuat investor tetap berhati-hati.
Unit bisnis utama Evergrande, Hengda Real Estate mengatakan telah menyelesaikan pembayaran bunga obligasi yuan yang jatuh tempo pada hari Kamis pekan ini. Kabar ini membantu mengangkat sentimen.
Pelaku pasar terus memantau aksi jual global yang terjadi pada awal pekan. Investor terus memantau pasar China terkait dampak krisis sektor properti tersebut. Indeks Shanghai Composite naik 0,4 persen ke 3.628 dan Indeks Shenzhen Component melemah 0,573 persen ke 14.277.
"Investor akan mencari sinyal intervensi pemerintah China guna mencegah default Evergrande yang bisa berdampak liar. Gejolak pasar di sektor properti meningkat karena investor menafsirkan diamnya pemerintah sampai sekarang pada Evergrande yang tertekan sebagai kurangnya dukungan resmi," kata tim riset DBS yang berbasis di Singapura.
Bank sentral China pada Rabu pekan ini mengguyur pasar dengan likuiditas melalui pasar repo, membeli kembali obligasi jangka pendek dari beberapa bank sehingga bank punya dana tunai melimpah. Selain itu bank sentral juga mempertahankan suku bunga kredit acuan tetap di 3,85 persen tenor 1 tahun dan 4,65 persen di tenor 5 tahun.
Di bursa Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,67 persen ke 29.639 sementara Indeks Topix turun 1,02 persen ke 2.043. Di Taiwan, Indeks Taiex drop 2,03 persen ke 16.925.
Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan pada level -0,1 persen. BoJ juga menetapkan yield obligasi negara tenor 10 tahun di level 0 persen.
MSCI Asia Pacific Indeks (tidak termasuk market Jepang) melorot 0,31 persen. Market Australia menguat tipis. Indeks S&P/ASX200 naik 0,32 persen ke 7.296. Pasar saham Hong Kong dan Korsel libur.
Indeks dolar AS landai ke level 93,209 dari posisi sebelumnya di posisi 93,3.
Kurs Yen menguat ke posisi 109,51 terhadap USD dari level sebelumnya di 110.
Nilai tukar dolar Australia menguat ke posisi $0,7254 terhadap dolar AS dari sesi sebelumnya di $0,7221.
Bursa Eropa
Pasar saham Eropa berkibar menguat saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (22/9) pagi waktu setempat. Kebangkitan pasar Eropa ini terjadi seiring ketegangan terkait sektor properti China mengendur. Investor global menunggu hasil meeting FOMC the Fed. Indeks Pan Eropa, Stoxx 6000 naik 0,8 persen.
Indeks DAX (Jer.man) +0,61% ke level 15.442.
Indeks FTSE (Inggris) +1,05% pada posisi 7.054
Indeks CAC (Perancis) +1,05% di posisi 6.621.
Minyak
Harga minyak lanjut menguat pada perdagangan sesi sore hari Rabu (22/9) di pasar komoditas Asia setelah data memperlihatkan stok minyak di USA turun lebih besar dari perkiraan pasca serangan badai 2 kali. Hal ini menyoroti masalah suplai yang ketat karena demand meningkat.
Minyak Brent up 1,4 persen ke posisi harga USD75,39 per barel. Sedangkan minyak WTI naik 1,5 persen ke harga USD71,57 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : admin
84
-2.3 %
-2 %

123,795

BidLot

198,198

OffLot