Bursa Sore: Market Asia Terpukul, Investor Berburu Safe Haven, IHSG Rebound  
Friday, January 14, 2022       15:42 WIB

Ipotnews - IHSG bergerak rebound menjauhi zona pelemahan saat sesi II berakhir pada perdagangan hari Jumat (14/1). IHSG mendaki naik sebesar 0,53 persen (35 poin) ke level 6.693.
Indeks LQ45 +0,25% ke 952.
Indeks IDX30 +0,24% ke 509.
Indeks IDX80 +0,16% ke 133.
Jakarta Islamic Indeks (JII) +0,20% ke 563.
Indeks Kompas100 +0,23% ke 1.186.
Indeks Sri Kehati +0,40% ke 376.
Indeks SMInfra18 +0,31% ke 302.
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Saham Teraktif: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp10,97 triliun. Volume perdagangan sebanyak 163,51 juta lot saham. Investor asing net buy Rp141,48 miliar. Rupiah down tipis 0,01 persen terhadap USD di level Rp14.296 (03.20 PM).
Bursa Asia
Saham Asia terpukul pada hari Jumat (14/1) saat sesi sore setelah serangan baru dari pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat naik segera setelah Maret, membuat pasar bersiap untuk kondisi moneter yang lebih ketat.
Kyle Rodda analis dari IG Market mengatakan pasar menghadapi risiko yang lebih gigih dari meningkatnya permintaan untuk safe-haven, terutama di sekitar peristiwa penting yang melibatkan kebijakan bank sentral AS dan data AS. "Ini menjadi masalah karena setiap aset bisa dibilang telah digelembungkan oleh kebijakan moneter yang longgar," tambahnya. "Setiap aset harus dikoreksi untuk mencerminkan kebijakan moneter yang lebih tinggi atau lebih ketat."
Gubernur Fed Lael Brainard menjadi pejabat bank sentral AS terkini yang paling senior, pada hari Kamis memberi sinyal suku bunga akan naik pada bulan Maret. Pasar ekuitas berubah sangat merah dengan investor mencari perlindungan di aset yang lebih aman seperti surat utang pemerintah.
"Pelaku pasar benar-benar gugup sekarang. Itu karena semuanya berpotensi mendapat tekanan dari kebijakan Fed yang agresif," kata Kyle Rodda, analis pasar di IG di Melbourne.
Pasar saham Jepang terkoreksi tajam di akhir sesi. Indeks Nikkei 225 melorot 1,28 persen ke 28.124 sementara Indeks Topix turun 1,39 persen ke 1.977. Saham otomotif dan teknologi menekan pasar Jepang. Harga Saham SoftBank down 1,24 persen. Sony drop 2 persen.
Bursa saham Australia ke zona merah. Indeks S&P/ASX200 turun 1,08 persen ke 7.393. Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel melemah 1,36 persen ke 2.921. Bank sentral Korsel menaikkan suku bunga acuan 25basis poin menjadi 1,25 persen, posisi tertinggi sejak Maret 2020.
Pelemahan juga terjadi di market saham Hong Kong. Indeks Hang Seng melemah 0,32 persen. Indeks Hang Seng Tech drop 0,75 persen. Saham Alibaba drop 2,5 persen. JD turun 2,86 persen.
Pasar saham China berburu katalis. Indeks Shanghai Composite turun 1 persen ke 3.521 dan Indeks Shenzhen Component flat ke level 14.150. Ekspor China naik 20,9 persen (YoY) di periode Desember, sedikit di atas perkiraan para analis sebesar 20 persen. Sedangkan impor tumbuh 19,5 persen meleset dari perkiraan sebesar 26,3 persen.
Secara keseluruhan di tahun 2021 ekspor China tumbuh 29,9 persen dibanding tahun 2020 tumbuh 3,6 persen. Impor naik 30,1 persen setelah turun 1,1 persen di sepanjang 2020.
Indeks dolar AS melemah ke level 94,735.
Kurs Yen naik di posisi 113,81 terhadap USD dari sebelumnya di 114.
Nilai tukar dolar Australia melemah ke level $0,7280 terhadap dolar AS.
Bursa Eropa
Saham Eropa akan mundur pada hari Jumat (14/1) pagi di sesi awal, mengikuti momentum global karena putaran baru komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve memunculkan kembali ekspektasi untuk pengetatan kebijakan yang akan segera terjadi. Indeks FTSE -100 Inggris turun 28 poin ke 7.536, Indeks DAX di Jerman turun 92 poin ke posisi 15.940 dan Indeks CAC-40 Prancis melemah 42 poin menjadi 7.159.
Minyak
Minyak membalikkan kerugian pada perdagangan hari Jumat (14/1) sore karena dolar yang lebih lemah meskipun rilis cadangan minyak mentah China selaku importir utama membatasi kenaikan harga. Minyak Brent naik 0,4 persen ke harga USD84,79 per barel. Minyak WTI naik tipis 0,1 persen ke harga USD82,23 per barel.
(cnbc/idx/bloomberg/reuters)

Sumber : Admin
780
24.8 %
155 %

313,151

BidLot

0

OffLot