Bursa Sore: Pergeseran Moneter The Fed Menekan Market Asia, IHSG Masih Tertahan 
Monday, June 21, 2021       15:49 WIB

Ipotnews - Koreksi turun IHSG bertahan hingga finis perdagangan hari Senin (21/6). Posisi IHSG merosot 0,18 persen (-11 poin) ke posisi 5.996.
Indeks LQ45 -0,49% ke 858.
Indeks IDX30 -0,56% ke 458.
Indeks IDX80 -0,55% ke 122.
Jakarta Islamic Indes (JII) +0,39% ke 550.
Indeks Kompas100 -0,44% ke 1.075.
Indeks Sri Kehati -0,53% ke 326.
Indeks SMInfra18 -1,26% ke 293.
Saham Paling Aktif: , , , , , , .
Saham Top Gainers LQ45: , , , , , , .
Saham Top Losers LQ45: , , , , , , .
Nilai transaksi Rp13,62 triliun. Volume perdagangan sebanyak 194,90 juta lot saham. Investor asing net buy Rp2,10 triliun.
Rupiah bergerak melemah 0,37 persen terhadap USD ke kevel Rp14.427 (03.30 PM).
Bursa Asia
Pasar saham Asia tumbang pada perdagangan hari Senin (21/6). Para investor mempertimbangkan implikasi pergeseran kebijakan moneter the Fed ke arah hawkish yang mengejutkan pada pekan lalu. Sementara itu kurva yield obligasi USA semakin datar, di antaranya yang bertenor 30 tahun turun di bawah level 2 persen.
Sedangkan yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke level terendah sejak awal Maret ke posisi 1,411 persen dan yang bertenor 30 tahun melorot ke level 1,999 persen untuk pertama kalinya dalam 4 bulan terakhir.
"Cerita market pekan lalu bisa disebut pergerakan satu arah dolar AS yang mana berubah menjadi penurunan nyata melalui pasar saham disertai valuasi pasar benar-benar menjadi hancur," ujar Chris Weston, Head of Research Pepperstone Markets Ltd yang berbasis di Melbourne seperti dikutip Reuters.
Menurut dia pergerakan pasar yang menyakitkan adalah penguatan lebih lanjut dolar AS, kenaikan suku bunga riil serta kurva treasury yang lebih datar disertai pasar terus memantau perdagangan reflasi yang dibatalkan.
Saham bank, energi dan saham lain yang cenderung sensitif terhadap fluktuasi ekonomi terkoreksi sangat tajam menyusul hasil meeting the Fed pada Rabu pekan lalu. Ketika itu bank sentral USA membuat investor lengah dengan mengantisipasi kenaikan suku bunga dua perempat poin persentase pada 2023 di tengah lonjakan inflasi baru-baru ini.
Pasar saham China finis di zona penguatan. Indeks Shanghai Composite naik 0,12 persen ke 3.529 dan Indeks Shenzhen Component naik 0,395 persen ke level 14.641. Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng melorot 1,28 persen.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) merosot paling buruk se-regional. Nikkei 225 turun 3,29 persen ke 28.010. Indeks Topix melorot 2,42 persen di posisi 1.899. Pelemahan terlihat di sebagian besar sektor. Saham-saham otomotif seperti Nissan dan Honda melemah masing-masing 4,07 persen dan 3,93 persen. Sedangkan saham tekno di antaranya Fanuc turun 5,62 persen. Mitsubishi UFJ Financial Group drop 2,72 persen dan Mizuho Financial Group tumbang 2,25 persen.
Adapun Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia tergelincir 1,81 persen ke 7.235. Kospi Index di bursa Korsel turun 0,83 persen ke 3.240. Indeks acuan regional, MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk pasar saham Jepang) bergerak melemah 1,29 persen.
Indeks dolar AS melaju kuat ke posisi 92,151 dari level sebelumnya di posisi 91,2.
Kurs yen melaju ke posisi ke 109,88 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada 110,5.
Nilai tukar dolar Australia bergerak melemah ke posisi $0,749 dari sebelumnya di $0,768.
Bursa Eropa
Bursa Eropa bergerak melemah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (21/6) pagi waktu setempat. Tekanan di pasar Eropa terjadi menyusul kegelisahan pasar saham global terhadap pernyataan hawkish dari bank sentral USA (the Fed) pada pekan lalu.
Indeks DAX (Jerman) -0,33% ke level 15.396.
Indeks FTSE (Inggris) -0,66% di posisi 6.971.
Indeks CAC (Perancis) -0,63% ke level 6.528.
Minyak
Harga minyak bertahan menguat pada perdagangan sesi sore hari Senin (21/6) di pasar komoditas Asia. Laju harga didukung oleh permintaan kuat selama musim mengemudi di musim panas dan terhentinya negosiasi untuk menghidupkan lagi perjanjian nuklir Iran yang dapat mengindikasikan penundaan dimulainya kembali pasokan dari produsen minyak OPEC .
Minyak WTI menguat 0,4 persen atau 30 sen per barel ke harga USD71,94 per barel. Minyak Brent melaju 0,3 persen atau 23 sen ke harga USD73,74 per barel. (pkl 11.03 AM wkt Singapura)
(cnbc/idx/reuters/bloomberg)

Sumber : Admin
540
0.0 %
0 %

1,450

BidLot

2,708

OffLot