CDB Kucurkan Pinjaman ke Smartfren Rp 3,10 Triliun
Friday, January 24, 2020       19:29 WIB

JAKARTA - PT Smartfren Telecom Tbk (), melalui PT Smart Telecom, meraih kredit dari China Development Bank (CDB) cabang Shenzhen senilai 1,58 miliar renminbi (RMB) atau setara Rp 3,10 triliun. Kucuran tersebut merupakan pinjaman fase IV dari bank asal Tiongkok tersebut.
Direktur Keuangan Smartfren Telecom Antony Susilo mengatakan, penandatangan dokumen jaminan perusahaan atau corporate guarantee terkait perjanjian fasilitas pinjaman tersebut telah dilaksanakan pada 21 Januari 2020. Sedangkan jangka waktu pinjaman selama enam tahun.
"Pinjaman tersebut akan digunakan Smartel dan anak perusahaan untuk pembiayaan belanja modal pengembangan jaringan telekomunikasi," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (23/1). Smartfren menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 250 juta tahun ini. Sebelumnya, CDB secara konsisten menjadi kreditur emiten di bawah kendali Sinarmas Grup ini.
Perseroan sebelumnya telah menarik pinjaman fase III pada Juni 2015. Pinjaman tersebut dikenai bunga LIBOR enam bulan ditambah marjin tertentu. Pembayaran pokok dan bunga terakhir akan jatuh tempo 30 Juni 2023. Suku bunga efektif rata-rata untuk periode per September 2019 sebesar 5,88%.
Antony menilai, industri telekomunikasi tetap bertumbuh pada 2020 dipicu tren pertumbuhan penggunaan layanan data. Pertumbuhan permintaan tersebut dimanfaatkan perseroan untuk menggaet lebih banyak pelanggan baru, seperti kelompok generasi milenial dengan memberikan layanan data yang stabil dan berkualitas.

Sumber : INVESTOR DAILY
80
6.7 %
5 %

292,162

BidLot

138,388

OffLot