Dalam Rapat Tertutup, Jokowi dan Sejumlah Menteri Bahas Respons Pelemahan Yuan
Tuesday, August 13, 2019       18:54 WIB

Ipotnews - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri telah membahas dinamika pelemahan kurs mata uang China, yuan, untuk mengambil respons terbaik bagi bangsa.
"Pertama, transmisi dari pengaruh global ini suka atau tidak suka pasti akan terasa. Entah dalam bentuk nilai tukar rupiah kita akan terpengaruh, indeks harga saham kita, 'bonds yield' kita, SBSN kita, itu semuanya akan terpengaruhi," kata Sri Mulyani usai menghadiri rapat tertutup bersama Presiden Joko Widodo di halaman Istana Negara, Jakarta pada Selasa (13/8).
Menurut dia, investasi harus dipacu agar faktor fundamental perekonomian Indonesia untuk dapat bertahan dan tumbuh di atas 5 persen dan ini menjadi tugas besar pemerintah.
"Kemudian bagaimana kita tetap memperbaiki daya kompetisi kita. Supaya kemudian kita tidak terlalu mudah terombang-ambing dengan perubahan lingkungan," jelas Menkeu.
Dalam rapat tersebut turut hadir antara lain Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, yang membahas dinamika maupun implikasi devaluasi mata uang yuan yang kini di level 7 yuan per dolar AS, level terendah yang pernah terjadi.
"Kita menyampaikan keseluruhan dan juga risiko yang lain seperti dinamika dari kebijakan di dalam negeri Amerika Serikat sendiri, yakni antara 'Federal Reserve', kemudian 'Trade Policy'-nya President Trump. Dan juga risiko yang muncul dari beberapa negara 'emerging' lain, seperti Argentina, Brazil, Meksiko, Hongkong," kata Menkeu, dikutip Antara.
Sebelumnya kurs tengah nilai tukar mata uang China, renminbi atau yuan, melemah 75 basis poin menjadi 7,0211 terhadap dolar AS pada Senin (12/8/2019), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Sumber : admin