Data Ekonomi Amerika Positif, "Greenback" Melejit
Friday, April 19, 2019       06:24 WIB

Ipotnews - Dolar melesat ke level terkuat terhadap euro dalam lebih dari sepekan, Kamis, karena data menunjukkan ekonomi Amerika cukup kokoh, sedangkan euro terbebani aktivitas manufaktur Eropa yang lemah.
Penjualan ritel Amerika meningkat ke level tertinggi dalam satu setengah tahun pada Maret, karena rumah tangga mendorong pembelian kendaraan bermotor dan berbagai barang lainnya, indikasi terbaru bahwa pertumbuhan ekonomi menggeliat pada kuartal pertama setelah awal yang buruk, demikian laporan Reuters dan Xinhua, di New York, Kamis (18/4) atau Jumat (19/4) pagi WIB.
Kekuatan ekonomi itu juga didukung data lainnya, Kamis, yang menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam hampir 50 tahun pada pekan lalu.
Namun gambaran kurang bullish terlihat di zona euro karena data menunjukkan aktivitas di sektor manufaktur Jerman menyusut selama empat bulan berturut-turut pada periode April, sementara survei serupa dari Prancis juga melukiskan gambaran yang suram.
Purchasing Managers Index (PMI) Zona Euro dari IHS Markit jatuh dari posisi 51,6 pada Maret menjadi 51,3 di April, menyentuh level terendah tiga bulan. Hasil di atas 50,0 mengindikasikan peningkatan dalam aktivitas.
"Investor khawatir tentang kesehatan ekonomi global dan zona euro, dan nasib euro terkait erat dengan itu," kata Ricardo Evangelista, analis ActivTrades, di London.
Sepekan lalu, Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi meningkatkan prospek dukungan lebih besar untuk ekonomi zona euro yang sedang berjuang jika perlambatannya berlanjut.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,46 persen menjadi 97,4566 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi USD1,1230 dari USD1,1298, dan pound Inggris melemah jadi USD1,2988 dari USD1,3038 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun ke posisi USD0,7146 dari USD0,7169.
Sementara itu, dolar AS dibeli 111,94 yen, lebih rendah dari 112,06 yen pada sesi sebelumnya. Kurs greenback naik ke level 1,0153 franc Swiss dari 1,0104 franc Swiss, dan menguat jadi 1,3386 dolar Kanada dari 1,3343 dolar Kanada. (ef)

Sumber : Admin