Dolar Tergelincir di Tengah Ketidakpastian Pemilu Amerika dan Pandemi
Wednesday, October 28, 2020       05:27 WIB

Ipotnews - Dolar tergelincir, Selasa, karena investor mengambil keuntungan setelah penguatan pada sesi sebelumnya yang juga menyebabkan aksi jual ekuitas, sementara kekhawatiran berlanjut tentang gelombang virus korona kedua dan ketidakpastian menjelang pemilu Amerika.
Dolar jatuh terhadap mata uang yang sebagian besar diuntungkan dari selera risiko yang lebih tinggi seperti euro, poundsterling, dan mata uang terkait komoditas, demikian laporan  Reuters  dan  Xinhua,  di New York, Selasa (27/10) atau Rabu (28/10) pagi WIB.
Senin melihat aksi jual pasar saham paling curam dalam satu bulan dan reli obligasi, tetapi aktivitas pasar valas relatif tenang, dengan pergerakan harga terbatas pada sesi Selasa.
"Pergerakan dan ayunan akan terus berlanjut dan ini adalah kecemasan secara keseluruhan di pasar tentang pemilu," kata Juan Perez, pedagang mata uang di Tempus Inc, Washington. "Kita akan melihat dolar naik turun dan berada dalam pola  roller-coaster  selama enam atau tujuh hari ke depan."
Jajak pendapat memberikan keuanggulan yang solid pada kandidat Partai Demokrat, Joe Biden, atas Presiden Donald Trump dalam pemilihan presiden yang akan datang, tetapi kontestasi tersebut jauh lebih ketat di sejumlah negara bagian yang dapat menentukan hasilnya.
Meski begitu, analis memperingatkan investor jelas berhati-hati setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis mencatat rekor harian baru untuk infeksi Covid-19. Analis mengatakan harga tidak banyak bergerak karena keengganan untuk meningkatkan posisi sebelum pemilu 3 November.
Pada saat bersamaan, Selasa, Trump mengakui kesepakatan bantuan ekonomi virus korona kemungkinan akan diumumkan setelah pemilu, dengan Gedung Putih tidak dapat menjembatani perbedaan dengan partai pendukungnya, Republik, di Senat AS serta Demokrat di Kongres.
"Ketidakpastian pada prospek ekonomi tidak berubah sedikit pun," kata Edward Moya, analis OANDA di New York.
Setelah jatuh di sesi awal, euro sedikit berubah menjadi USD1,1810 pada perdagangan petang.
Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, melemah 0,1% menjadi 92,93.
Dolar turun 0,4% versus yen menjadi 104,47 yen, dan sedikit melemah terhadap franc Swiss menjadi 0,9075 franc.
Dolar Australia, Kanada, dan Selandia Baru yang biasanya sensitif terhadap risiko menguat versus  greenback. 
Yuan awalnya melemah terhadap dolar setelah  Reuters  melaporkan bank sentral China telah menetralkan faktor  counter-cyclical  dalam penetapan titik tengah yuan harian dalam sebuah langkah untuk membiarkan penetapan tersebut lebih dekat mencerminkan pergeseran pasar yang sebenarnya.
Langkah tersebut biasanya positif bagi dolar, kata Stephen Innes, Kepala Strategi Pasar Axi.
"Langkah seperti itu berarti dolar/yuan pada umumnya bakal lebih tinggi. Penghapusan elemen tersebut akan menyiratkan fleksibilitas FX yang lebih besar."
Terakhir, dolar datar di 6,701 yuan.
Pada akhir perdagangan di New York, poundsterling naik menjadi USD1,3055 dari USD1,3018 di sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat ke posisi USD0,7132 dari USD0,7125, dan  greenback  melemah jadi 1,3165 dolar Kanada dari 1,3201 dolar Kanada. (ef)

Sumber : Admin