Dolar Loyo Jelang Data Tenaga Kerja Amerika, Logam Dasar Terangkat
Friday, August 05, 2022       15:17 WIB

Ipotnews - Tembaga dan sebagian besar logam dasar lainnya mendapat dukungan dari depresiasi dolar AS di tengah ekspektasi pertumbuhan pekerjaan Amerika Serikat yang lebih lambat pada Juli, menjelang laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis hari ini.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange melonjak 1,2% menjadi USD7.821,50 per ton pada pukul 14.46 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Beijing, Jumat (5/8).
Harga tembaga mencatat penurunan tiga hari, awal pekan ini, di tengah lemahnya data pabrik global dan meningkatnya ketegangan Amerika-China menyusul kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.
Rebound baru-baru ini terutama dikaitkan dengan  technical buying  dan depresiasi dolar, karena tanda-tanda pasar tenaga kerja yang melemah.
Pelemahan dolar diartikan berarti biaya yang lebih murah bagi pembeli komoditas yang menggunakan mata uang lain.
Namun, sentimen secara keseluruhan tetap  bearish  dengan kekhawatiran atas kenaikan suku bunga yang berkepanjangan oleh Federal Reserve dan prospek permintaan jangka pendek di China, konsumen logam utama dunia.
"Dengan kemungkinan kenaikan suku bunga Fed sebesar 50 hingga 75 basis poin masih terus dibahas, pelaku pasar berupaya mengeliminasi eksposur risiko mereka terhadap volatilitas harga saat ini," ujar He Tianyu, analis CRU Group.
Kontrak tembaga September yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange melejit 1,5% menjadi 60.310 yuan (USD8.938,66) per ton.
Timah LME naik 0,6% menjadi USD24.700 per ton, seng menguat 0,9% menjadi USD3.480,50 per ton, aluminium melonjak 1% menjadi USD2.427 per ton, sementara timbal bertambah 0,2% menjadi USD2.048,50 per ton.
Seng ShFE meroket 4% menjadi 24.600 yuan per ton, nikel melambung 2,5% menjadi 177.260 yuan, timah melesat 2,2% menjadi 197.500 yuan per ton, dan aluminium meningkat 1,8% menjadi 18.515 yuan per ton. (ef)

Sumber : Admin