Dolar dan Yield Amerika Melemah, Emas Melesat ke Level Tertinggi Satu Bulan
Friday, April 09, 2021       03:36 WIB

Ipotnews - Harga emas melesat ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan, Kamis, karena dolar dan  yield  US Treaury melemah dan pengulangan sikap kebijakan  dovish  Federal Reserve juga mengangkat daya tarik logam kuning itu.
Harga emas di pasar spot melonjak 1,11% menjadi USD1,756,56 per ounce pada pukul 24.43 WIB, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 1 Maret di USD1.758,45 per ounce, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Kamis (8/4) atau Jumat (9/4) dini hari WIB. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melejit sekitar 1% menjadi USD1.758,2 per ounce.
"Dolar dan imbal hasil Amerika turun dan itulah katalis utama saat ini...jumlah pekerjaan yang tidak terlalu mengesankan juga membantu mendorong emas lebih tinggi," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.
"Dan fakta bahwa kita berada di atas USD1.750, yang merupakan level teknikal utama, menunjukkan bahwa emas memiliki beberapa kaki untuk melanjutkan penguatan."
Dolar tergelincir ke level terendah lebih dari dua pekan, sementara imbal hasil US Treasury turun, membuat emas lebih menarik dibandingkan investasi alternatif seperti obligasi.
Klaim baru untuk tunjangan pengangguran di Amerika naik secara tak terduga minggu lalu, data menunjukkan.
Ini semakin menyoroti komitmen The Fed untuk mendukung ekonomi sampai pemulihannya lebih aman, berdasarkan risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral tersebut yang dirilis Rabu.
"Emas agak lemah karena orang-orang sangat optimistis tentang pemulihan ekonomi dan vaksinasi menyelesaikan pandemi serta The Fed memperkuat pandangan bahwa pandemi belum berakhir," kata Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group.
"Ada perlombaan nyata antara varian dan vaksinasi, dan saat ini varian tampaknya lebih unggul secara global."
Pelaku pasar sekarang menunggu pidato Chairman The Fed Jerome Powell pada konferensi Dana Moneter Internasional virtual, Kamis malam.
Logam lainnya, perak melambung 1,4% menjadi USD25,47 per ounce, setelah mencapai level tertinggi lebih dari dua pekan di USD25,60 per ounce. Paladium bertambah 0,3% menjadi USD2.630,19 per ounce, sementara platinum naik 0,4% menjadi USD1.229,99 per ounce. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Friday, Apr 23, 2021 - 12:48 WIB
Penutupan Sesi I, IHSG Terapresiasi 14 Poin
Friday, Apr 23, 2021 - 10:53 WIB
Target Price KLBF
Friday, Apr 23, 2021 - 10:53 WIB
Target Price KINO
Friday, Apr 23, 2021 - 10:52 WIB
Target Price JPFA
Friday, Apr 23, 2021 - 10:52 WIB
Target Price ITMG