EXCL Rampungkan Transaksi Jual Beli Menara Dengan Dua Perusahaan
Friday, April 03, 2020       16:33 WIB

Ipotnews - PT XL Axiata Tbk () mengumumkan telah merampungkan transaksi jual beli menara telekomunikasi milik perseroan dengan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Tbk (Protelindo) dan PT Centratama Menara Indonesia (CMI).
Menurut Corporate Secretary , Ranty Astari Rachman, transaksi kepada Protelindo dan CMI
mencakup sebanyak 2.431 menara telekomunikasi dari rencana transaksi sebelumnya sejumlah 2.782 menara telekomunikasi.
Rianty juga menjelaskan perubahan jumlah transaksi penjualan yang terjadi. Untuk transaksi dengan Protelindo, saat ini telah selesai dilaksanakan penjualan 1.399 menara telekomunikasi dan sisanya masih dalam proses dokumentasi dan akan diumumkan kemudian.
Sementara untuk transaksi dengan CMI, telah selesai dilaksanakan penjualan sejumlah 1.032 menara telekomunikasi dan sisanya masih dalam proses dokumentasi yang akan diumumkan kemudian.
"Adapun total nilai menara telekomunikasi adalah sebesar Rp 3.476.822.842.271 (Rp3,47 triliun)," jelas Rianty dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (3/4)
Sebelumnya, pada keterbukaan informasi tertanggal 7 November 2019 lalu, perseroan mengumumkan bahwa pihaknya melakukan penjualan sebagian menara telekomunikasi melalui proses lelang pada 5 November 2019.
Kemudian, pada 7 Februari 2020 perseroan dan para pemenang lelang menandatangani Perjanjian Induk Sewa Menyewa Menara anta yang mana perseroan akan menyewa kembali 2.763 menara dari 2.782 menara yang dijual dari para pemenang dalam jangka waktu 10 tahun dan perseroan merupakan penyewa utama (anchor tenant).
Mengacu data seperti dikutip Investor Daily, transaksi ini diperkirakan mampu mendukung dalam memperkuat struktur permodalan. Setelah seluruh transaksi selesai, akan menyewa kembali 2.763 unit menara yang dijual tersebut untuk jangka waktu 10 tahun.
Perseroan menjadi penyewa utama terhitung sejak tanggal penutupan. Kas yang akan masuk dari penjualan menara dimanfaatkan untuk pendanaan belanja modal serta modal kerja.
Neraca keuangan perseroan juga terbilang kuat dengan rasio net debt to EBITDA akhir tahun lalu pada level 1,1 kali. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal Rp 7,5 triliun.
Tahun lalu, tercatat berhasil mengalami pertumbuhan pendapatan hingga 9%, yang berarti di atas rata-rata pertumbuhan industri operator telekomunikasi. (winardi)

Sumber : Admin
2,630
8.2 %
200 %

1,973

BidLot

3,313

OffLot