Ekspor CPO Januari Anjlok 35,6 Persen, Turun Hampir di Semua Negara Tujuan
Thursday, March 26, 2020       19:17 WIB

Ipotnews - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor minyak kelapa sawit ( crude palm oil /CPO) pada Januari mengalami penurunan sebesar 35,6 persen menjadi 2,39 juta ton, dari 3,72 juta ton pada Desember 2019.
Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono menjelaskan, penurunan ekspor CPO antara lain dipengaruhi harga minyak bumi yang tidak menentu akibat ketidaksepakatan antara OPEC dengan Rusia, serta terjadinya pandemi virus korona di sejumlah negara.
"Terjadinya pandemi korona yang melanda hampir ke seluruh dunia menyebabkan perlambatan kegiatan ekonomi global, yang berakibat pada penurunan konsumsi minyak nabati, terutama minyak nabati yang diimpor," kata Mukti di Jakarta, Kamis (26/3).
Penurunan ekspor yang cukup drastis di Januari juga karena masih tersedianya stok di negara-negara importir utama menunggu respons pasar terhadap program B30 yang diterapkan Indonesia. Penurunan ekspor CPO terjadi hampir ke semua negara tujuan; China turun 381.000 ton (-57%) persen), Uni Eropa turun 188.000 ton (-30%), India turun 141.000 ton (-22%), dan ke Amerika Serikat turun 129.000 ton (-64%). Sementara itu ekspor CPO ke Bangladesh meningkat 40.000 ton atau sebesar 52 persen dari bulan Desember 2019.
Penurunan ekspor ini terjadi pada komoditas CPO, PKO, biodiesel, sementara ekspor oleokimia naik 22,9 persen.
Meski kinerja ekspor turun, saat memasuki awal tahun 2020 harga CPO meningkat dengan rata-rata harga CPO c.i.f Rotterdam sebesar USD830 per ton, labih tinggi dibandingkan harga pada Desember 2019 sebesar USD787 per ton.
"Harga yang baik ini diharapkan akan menjadi penyemangat bagi pekebun dan perusahaan perkebunan untuk memelihara kebun dengan lebih baik agar mendapatkan produktivitas yang tertinggi," kata Mukti.
Ada pun produksi CPO pada bulan Januari 2020 sedikit mengalami kenaikan yaitu 3,48 juta ton, dibandingkan dengan produksi bulan Desember 2019 sebesar 3,45 juta ton. Konsumsi domestik juga sedikit meningkat dari 1,45 juta ton menjadi 1,47 juta ton. (Antara)

Sumber : Antara

berita terbaru
Thursday, Apr 02, 2020 - 11:17 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of AMAG
Thursday, Apr 02, 2020 - 11:14 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of TSPC
Thursday, Apr 02, 2020 - 11:10 WIB
Investor Masih Cemas, Bursa Asia Alami Kemerosotan
Thursday, Apr 02, 2020 - 11:10 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of TRUS
Thursday, Apr 02, 2020 - 11:04 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of TOTL
Thursday, Apr 02, 2020 - 10:58 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of TOBA
Thursday, Apr 02, 2020 - 10:55 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of TIFA
Thursday, Apr 02, 2020 - 10:52 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of RBMS
Thursday, Apr 02, 2020 - 10:51 WIB
Tahun 2019, Laba INDY Sebesar USD75,5 Juta