Emas Mendatar Jelang Respons Presiden Trump seputar Hong Kong
Friday, May 29, 2020       15:11 WIB

Ipotnews - Emas diperdagangkan flat, Jumat siang, karena investor tidak ingin mengambil posisi besar sambil menunggu tanggapan Amerika terhadap pengesahan undang-undang keamanan nasional China untuk Hong Kong.
Harga emas di pasar spot tidak berubah di posisi USD1.718,60 per ounce pada pukul 13.16 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Jumat (29/5). Sementara, emas berjangka Amerika Serikat menguat 0,2% menjadi USD1.716,50 per ounce.
"Emas tetap terjebak di antara perkembangan ekonomi yang berpotensi positif yang menyeret harga lebih rendah, dan meningkatnya ketegangan geopolitik dengan China terkait Hong Kong," kata Cameron Alexander, analis GFMS .
Dua ekonomi terbesar dunia itu bersitegang mengenai Hong Kong pekan ini, dan parlemen China, Kamis, menyetujui undang-undang keamanan nasional untuk kota tersebut, membuat Presiden Donald Trump mengucapkan janji untuk respons yang kuat. Trump akan menggelar konferensi pers tentang China, Jumat ini.
Emas melemah pekan ini karena lebih banyak negara melonggarkan langkah-langkah penguncian dan memicu harapan untuk pemulihan ekonomi, meski memburuknya hubungan AS-China menjaga logam kuning di jalur untuk kenaikan bulanan sekitar 2% untuk periode Mei.
Bank sentral menaikkan likuiditas di pasar keuangan, suku bunga yang rendah dan meningkatnya jumlah uang beredar adalah faktor  bullish  bagi emas dalam jangka panjang, menurut Phillip Futures dalam sebuah catatan.
Logam lainnya, perak turun 0,2% menjadi USD17,38 per ounce, tetapi bersiap untuk mencetak kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2016.
Palladium naik 0,8% menjadi USD1.945,80 per ounce, tetapi di jalur untuk membukukan penurunan bulanan ketiga berturut-turut.
Platinum melemah 0,2% menjadi USD836,36 per ounce, namun berada di jalur untuk kenaikan bulanan kedua. (ef)

Sumber : Admin