Gandum Berjangka Rebound, Didorong Lonjakan Permintaan
Monday, November 29, 2021       14:02 WIB

Ipotnews - Gandum berjangka Chicago melonjak lebih dari 1%, Senin, bangkit kembali dari kerugian sesi sebelumnya karena ketatnya pasokan global dan permintaan yang kuat menopang pasar.
Jagung melesat untuk sesi kelima berturut-turut, sementara kedelai sempat melambung 1,3% pada sesi ini.
Kontrak gandum yang paling aktif di Chicago Board Of Trade ( CBOT ), meningkat 1,16% menjadi USD850 per bushel pada pukul 13.19 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Senin (29/11).
Gandum anjlok 1,2% pada sesi Jumat karena berita tentang varian baru virus korona yang ditemukan di Afrika Selatan menyeret pasar keuangan global.
"Kami skeptis bahwa varian Omicron itu akan banyak mengurangi permintaan gandum," kata Tobin Gorey, Direktur Commonwealth Bank, Australia.
Kedelai menguat 1,0% menjadi USD1.265,25 per bushel dan jagung bertambah 0,08% menjadi USD592,25 per bushel.
Cuaca buruk mempengaruhi pasokan gandum dari eksportir utama di Belahan Bumi Utara.
Penjualan ekspor jagung dan gandum Amerika mengalahkan ekspektasi, dengan 1,429 juta ton jagung terjual, terutama ke Meksiko dan Kanada, melambung 58% dari minggu sebelumnya.
Eksportir Amerika menjual 1,565 juta ton kedelai selama pekan 18 November, naik 13% dari minggu sebelumnya dan rata-rata empat minggu sebelumnya, Departemen Pertanian AS ( USDA ) melaporkan, pekan lalu, terutama karena peningkatan penjualan ke China. Penjualan sejalan dengan ekspektasi analis.
Pasar global terpukul pekan lalu oleh kekhawatiran atas varian baru virus korona.
Varian Omicron virus korona menyebar ke seluruh dunia, Minggu, dengan kasus baru ditemukan di Belanda, Denmark dan Australia bahkan ketika lebih banyak negara memberlakukan pembatasan perjalanan untuk mencoba menutup diri.
Namun, saham berjangka Amerika memimpin rebound pasar, Senin, ketika investor bersiap untuk menunggu beberapa pekan untuk melihat apakah varian Omicron itu benar-benar akan menggagalkan pemulihan ekonomi dan rencana pengetatan kebijakan beberapa bank sentral. (ef)

Sumber : Admin