Harapan Stimulus Fiskal USA Surut, Emas Catat Pelemahan Harga Mingguan
Saturday, October 17, 2020       08:27 WIB

Ipotnews - Posisi harga logam mulia melemah pada akhir perdagangan di ujung pekan ini. Harga emas menuju pelemahan mingguan pertamanya dalam 3 pekan terakhir seiring pudarnya peluang kesepakatan paket stimulus fiskal sebelum pilpres 3 November. Hal ini merusak daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.
Harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.901,87 per ounce. Emas turun 1,4 persen sepanjang minggu ini. Sementara harga emas di pasar berjangka AS melemah 0,1 persen di level USD 1.906,40.
"RUU paket stimulus fiskal tahun ini sangat tidak pasti, emas tetap terikat pada USD," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di lembaga BMO.
"Sentimen untuk emas tetap sangat bullish tanpa pendorong jangka pendek yang kuat, harga emas tampaknya terombang-ambing di kisaran USD 1.900 tidak dapat secara substansial menembus kisaran jangka panjang USD 1.850- USD 1.950."
Indeks dolar turun 0,2 persen pada hari itu, tetapi berada di jalur untuk kenaikan mingguan, membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain untuk membeli emas.
Laporan penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan mengangkat selera untuk aset berisiko, tetapi produksi pabrik secara tak terduga turun pada bulan September.
Demokrat dan Republik tampaknya tidak mungkin menyetujui kesepakatan stimulus AS sebelum Hari Pemilu bahkan ketika kasus virus korona terus meningkat dan pemulihan pasar tenaga kerja terhenti.
Emas, yang telah meningkat sekitar 25 persen sepanjang tahun ini, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Dengan begitu banyak risiko yang berpuncak pada pemilihan presiden AS. kami kemungkinan telah melihat posisi terendah emas untuk bulan depan atau lebih," kata Jeffrey Halley, analis di OANDA, dalam sebuah catatan.
"Emas kemungkinan akan bergeser ke kisaran USD 1.900 menjadi USD 1.975 per ounce saat pemilihan semakin dekat."
Sementara harga logam berharga lainnya, perak merosot 0,3 persen menjadi USD 24,25 per ounce, tetapi turun lebih dari 3 persen untuk minggu ini. Platinum turun 0,2 persen menjadi USD 862,05. Sedangkan paladium turun 0,9 persen menjadi USD 2.332,20.
(cnbc/reuters)

Sumber : admin

berita terbaru
Monday, Oct 19, 2020 - 18:02 WIB
ARNA Yakin Kinerja Tahun Ini Dipastikan Moncer
Monday, Oct 19, 2020 - 17:05 WIB
Garap Proyek Blok Rokan, PGAS Gandeng KRAS
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price UNTR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:50 WIB
Target Price TOWR
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price ADRO
Monday, Oct 19, 2020 - 16:49 WIB
Target Price PTBA