Harga Internasional Fluktuatif, HPE Produk Tambang Berubah
Tuesday, December 03, 2019       18:23 WIB

Ipotnews - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengubah Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode Desember 2019, menyesuaikan dengan fluktuasi harga internasional. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 89 Tahun 2019, tanggal 29 November 2019.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan dibandingkan dengan HPE periode November 2019, sebagian komoditas mengalami kenaikan. "HPE beberapa produk pertambangan mengalami kenaikan maupun penurunan yang disebabkan oleh adanya fluktuasi harga internasional," ujar Indrasari Wisnu Wardhana di Jakarta, Selasa (3/12).
Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.
"Produk konsentrat tembaga, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenite, konsetrat rutil dan bauksit mengalami kenaikan," kata Indrasari. "Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe >= 54) dengan harga rata-rata USD117,98 per WE tidak mengalami perubahan," imbuhnya.
Dikatakannya, beberapa produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode bulan Desember 2019 adalah konsentrat tembaga (Cu >= 15 persen) dengan harga rata-rata USD2.355,41 per WE atau naik sebesar 1,07 persen; konsentrat timbal (Pb >= 56 persen) dengan harga rata-rata USD882,63 per WE atau naik sebesar 0,89 persen; konsentrat seng (Zn >= 51 persen) dengan harga rata-rata USD655,58 per WE atau naik sebesar 11,13 persen.
Konsentrat ilmenit (TiO2 >= 45 persen) dengan harga rata-rata USD252,46 per WE atau naik sebesar 3,64 persen; konsentrat rutil (TiO2 >= 90 persen) dengan harga rata-rata USD987,20 per WE atau naik sebesar 2,72 persen; dan Bauksit yang telah dilakukan pencucian ( washed bauxite ) (Al2O3 >= 42 persen) dengan harga rata-rata USD23,73 per WE atau naik sebesar 2,20 persen.
Sedangkan produk yang mengalami penurunan adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe >= 62 persen dan <= 1 persen TiO2) dengan harga rata-rata USD70,04 per WE atau turun sebesar 9,03 persen; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe >= 50 persen dan (Al2O3 + SiO2) >= 10 persen) dengan harga rata-rata USD35,79 per WE atau turun sebesar 9,03 persen.
Sedangkan konsentrat mangan (Mn >= 49 persen) dengan harga rata-rata USD199,60 per WE, turun sebesar 11,10 persen; konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe >= 56 persen) dengan harga rata-rata USD41,82 per WE atau turun sebesar 9,03 persen, dan Nikel (Ni < 1,7 persen) dengan harga rata-rata USD23,31 per WE atau turun sebesar 7,73 persen.
Sebagai informasi, perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME). (Marjudin)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:08 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of AKKU
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:03 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of IATA
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:58 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of CTTH
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:52 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of BCIP
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:47 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of LAND