Harga Minyak Jatuh, Perlambatan Ekonomi Tiongkok Jadi Penekan
Saturday, October 19, 2019       10:23 WIB

Ipotnews - Harga minyak naik tipis pada perdagangan akhir pekan ini karena kekhawatiran terhadap ekonomi China mengalahkan sinyal bullish cadangan kilang China. Namun pelemahan harga ini terbatas seiring harapan kemajuan perjanjian dagang AS vs China.
Minyak Brent turun 58 sen ke harga USD 59,35 per barel. WTI turun 15 sen ke harga USD 53,78 per barel.
Pertumbuhan ekonomi China melambat jadi 6 persen (YoY) pada kuartal III tahun ini, terlemah dalam 3 dekade terakhir. Pelemahan PDB China ini seiring kelesuan produksi pabrik serta tensi konfik dagang berkelanjutan dengan AS.
Kilang minyak China di periode September naik 9,4 persen (YoY). Ini adalah sinyal demand minyak oleh China sebagai importir minyak terbesar dunia tetap kuat meski ada hambatan ekonomi.
Negosiator China dan AS berupaya membuat teks kesepakatan damai perang dagang fase 1 untuk ditandatangani pada bulan depan. Hal ini dikatakan Menteri Keuangan AS Steven Mcnuhin pada Rabu pekan ini.
"Untuk saat ini kekhawatiran terkait konflik perdagangan yang berdampat pada perlambatan ekonomi global telah didorong ke arah jeda karena pasar menunggu target tentang negosiasi damai konflik dagang AS dan China," kata Jim Ritterbusch, Analis pada Ritterbusch and Association seperti dikutip reuters.
(reuters)

Sumber : admin

berita terbaru
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:08 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of AKKU
Saturday, Jul 04, 2020 - 15:03 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of IATA
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:58 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of CTTH
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:52 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of BCIP
Saturday, Jul 04, 2020 - 14:47 WIB
Financial Statements 1Q 2020 of LAND