IHSG Rebound, Sektor Properti Jadi Lokomotif Utama
Tuesday, April 09, 2019       13:23 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir manis pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa 9/4). Indeks tunjukkan tren penguatan sejak awal perdagangan di level 6.434 dan kemudian menguat 0,78 persen menjadi 6.475. Sepanjang perdagangan IHSG konsisten berada di zona hijau dengan level terendah 6.429 dan tertinggi 6.484.
Sebanyak 220 emiten dukung penguatan IHSG , 130 emiten melemah dan 128 emiten stagnan. Konsisten penguatan indeks hari ini berbanding terbalik dengan kondisi perdagangan sesi I kemarin, Senin (8/4) yang cenderung melemah terus.
Seluruh sektor juga turut mendukung penguatan IHSG dengan nilai penguatan tertinggi terjadi pada sektor properti sebesar 1,54 persen menjadi 428. Dilanjutkan sektor perdagangan yang menguat 1,05 persen menjadi 819. Dilanjutkan infrastruktur menguat 0,57 persen menjadi 1.150, industri dasarr 0,51 persen menjadi 862.
Dilanjutkan sektor keuangan menguat 0,78 persen menjadi 1.292, aneka industri menguat 0,73 persen menjadi 1.323, perkebunan menguat 0,83 persen menjadi 1.511, manufaktur menguat 0,65 persen menjadi 1.604, pertambangan menguat 0,64 persen menjadi 1.806 dan sektor konsumer menguat 0,70 persen menjadi 2.557.
Adapun daftar emiten teraktif pada akhir perdagangan sesi I ini yaiatu dengan menorehkan nilai transaksi sebesar Rp155,17 miliar, Rp41,22 miliar, Rp32,63 miliar, Rp27,77 miliar dan Rp25,56 miliar. Sementara itu dari tabel Kompas100, emiten yang menjadi top gainers adalah (8,99 persen), (6,36 persen), (5,04 persen), (4,97 persen), dan BUMi (4,46 persen).
Sementara itu emiten yang flat diantaranya adalah , , , , dan . Kemudian emiten yang jadi top losser adalah (-2,01 persen), (-1,53 persen), (-1,49 persen), (-1,27 persen), (-0,98 persen).
Dari market statistik, investor asing dominan membeli saham senilai Rp323,73 miliar (nett buy) dengan volume 1,06 juta saham. Adapun saham yang paling diminati investor asing yaitu senilai Rp154,9 miliar sebanyak 20,2 juuta lembar saham. Dilanjutkan senilai Rp157,1 miliar sebanyak 36,5 juta lembar saham dan senilai Rp111,6 miliar sebanyak 50 juta lembar saham.
(Marjudin)

Sumber : admin
3,080
0.7 %
20 %

65

BidLot

4,963

OffLot